TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Semester I, Anak Usaha Garuda Ini Untung Rp 288 Miliar

Nurdian Akhmad
31 July 2018 | 11:04
rubrik: Business Info
GMFI Targetkan Bisa Garap Pasar Perawatan Pesawat di Asia Tenggara

Fasilitas perawatan pesawat di GMF/Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) sepanjang paruh pertama 2018 meraih laba bersih sebesar US$ 20,1 Juta atau sekitar Rp 288 miliar dengan margin usaha sebesar 9 persen.

Anak usaha Garuda yang bergerak dalam usaha Maintenance Repair & Overhaul (MRO) pesawat ini juga mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar US$ 2,3 Juta atau tumbuh 7,1 persen.

GMF juga meraup pendapatan sebesar US$ 223,3 Juta atau 11,5 persen pada semester I 2018, dari periode yang sama tahun lalu USD 200,2 Juta. Di sisi lain,  GMF juga mengalami peningkatan pada beban usaha sebesar 13,1 persen yang diakibatkan di antaranya adalah selisih kurs.

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan, pencapaian GMF pada semester pertama 2018 masih sesuai dengan rencana. Ia mengatakan bahwa GMFI, di tengah kondisi di tengah situasi makro ekonomi, seperti fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kenaikan harga minyak, yang cukup menantang, pihaknya terus mengupayakan berbagai hal agar tidak turut tergerus.

“GMF fokus pada pertumbuhan jangka panjang, jadi tidak melulu melihat pertumbuhan antar kuartal saja. Menyasar pasar internasional menjadi senjata GMF dalam mengembangkan bisnis di luar pasar domestik yang saat ini telah dikuasai GMF. Hal ini jg merupakan bagian dari upaya untuk mendiversifikasi sumber pendapatan perusahaan dan mengurangi pengaruh makro, seperti pergerakan mata uang, dari suatu negara” ujar Iwan dalam keterangannya, Selasa (31/7/2018).

Untuk itu, dikatakan Iwan, GMF menambahkan beberapa kapabilitas baru agar daya saing perusahaan yang digawanginya tersebut dapat lebih baik lagi. Iwan mengatakan, sumbangsih pendapatan tersebut didapat dari kontribusi dari Line Maintenance sebesar US$ 39 Juta sedangkan Repair & Overhaul sebesar US$ 184,3 Juta. ”Porsi ini sesuai dengan target perusahaan yaitu fokus pada bisnis perawatan komponen pesawat,” ujar Iwan.

BACA JUGA:   Valas Garuda Rp 30 Triliun, yang Hedging 20 Persen

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa komposisi pendapatan dari Non Afiliasi meningkat menjadi 44,7 persen sedangkan pada pertengahan tahun 2017 hanya sebesar 31,6 persen. Disamping kinerja keuangan yang baik, GMF juga menghasilkan performa operasional yang gemilang.

GMF berhasil mencatat tingkat dispatch reliability sebesar 99,1 persen dan menaikkan maintenance event sebesar 10,8 persen menjadi 37,100 pekerjaan. Selain itu, GMF juga mencatatkan angka sempurna yaitu 100 persen pada aspek Turn Around Time. Pada semester I 2018, GMF berhasil menambahkan 42 Part Number untuk perawatan komponen pesawat.

Tags: garudaGMF
Previous Post

Terseret Pelemahan Bursa Asia, IHSG Jatuh ke Bawah Level 6.000

Next Post

Ditopang Pendapatan Bunga, BBRI Raup Laba Rp 14,9 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR