Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba hingga 160,84 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu (year on year). Dari sebelumnya sebesar Rp50 miliar menjadi Rp 131 miliar.Pertumbuhan laba yang signifikan itu ditopang oleh pertumbuhan simpanan dan pinjaman yang berada dibatas angka 40 persen secara yoy.
“Dengan kondisi itu, maka pertumbuhan laba tersebut terutama didukung oleh ekspansi pembiayaan yang tumbuh cukup tinggi, serta terjaganya biaya dana yang relatif stabil dan adanya perbaikan kualitas kredit,” kata Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto, di Jakarta, Selasa (31/7/2018).
Agus menegaskan, kinerja kredit yang menopang laju laba tersebut memang tumbuh positif. Hingga kuartal II-2018 mencapai Rp13,16 triliun atau meningkat 43,49 persen dibanding realisasi di periode yang sama tahun lalu senilai Rp9,17 triliun.
Dari pembiayaan tersebut, kata Agus, peningkatan terbesar terjadi pada segmen ritel yang tumbuh 57,17 persen secara yoy. Sedang segmen menengah hanya meningkat 42,47 persen di periode yang sama tahun lalu.
Kinerja positif juga terjadi dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang per akhir kuartal II-2018 mencapai Rp14,88 triliun. “Angka tersebut berarti DPK kami bertumbuh 44,64 persen secara yoy yang sebesar Rp10,28 triliun,” jelasnya.
Dengan begitu, kata dia, perseroan pun berupaya untuk menggenjot dana murah (CASA) melalui produk tabungan maupun giro untuk menghemat biaya dana.
“Upaya itu kami lakukan dengan meluncurkan produk berbasis teknologi digital seperti mobile banking, cash management system (CMS), internet banking maupun fitur-fitur yang bekerja sama dengan Bank BRI, sebagai perusahaan induk,” terangnya.
