
Jakarta, businessnews.id — Pertumbuhan aset perusahaan asuransi dan reasuransi sepanjang tahun 2013 menurun dibanding tahun 2012. Sebab, konsumen asuransi beralih ke layanan BPJS Kesehatan (Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan).
Menurut Deputi Komisioner Manajemen Strategis OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Lucky Fathul, di Jakarta hari ini, sepanjang tahun 2013 aset perusahaan asuransi dan reasuransi mencapai Rp 621,5 triliun atau tumbuh 8,8 persen. ”Sedangkan pertumbuhan aset 2012 dibanding tahun 2011 mencapai 18,6 persen,” terang dia.
Sedangkan pertumbuhan premi asuransi dan reasuransi tahun 2013 mencapai Rp 176,9 triliun; untuk klaim, sebesar Rp 110,9 triliun atau naik 4,4 persen.
Khusus untuk premi umum, tumbuh 17,6 persen; premi asuransi jiwa tumbuh 4,2 persen.
Untuk aset asuransi jiwa sebesar Rp 265,9 triliun dengan pertumbuhan hanya 1,9 persen. Sedangkan aset asuransi umum sebesar Rp 103,1 triliun dengan pertumbuhan 40,5 persen.
Masih menurut Lucky, perlambatan pertumbuhan itu terutama untuk asuransi jiwa yang memang mendominasi aset asuransi Indonesia. (ZIZ)
EDITOR: DHI