TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pacu Pasar Modal Syariah, OJK Sarankan Lewat Fintech

Busthomi
31 August 2018 | 16:05
rubrik: Business Info
OJK Cabut Izin BPR Mega Karsa Mandiri

FOTO: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Laju pasar modal syariah memang mendominasi perkembangan keuangan syariah. Namun begitu, agar bisa terus bertumbuh kencang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyarankan untuk bisa memanfaatkan saran teknoligi finansial (fintech).

Dengan begitu, para pelaku pasar modal syariah bisa lebih memberikan kemudahan akses masyarakat ke produk-produk syariah tersebut.

Hal ini seperti disebutkan oleh Direktur Pengawas Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasasi, dalam diskusi ‘Kontribusi Pasar Modal Syariah dalam Memajukan Keuangan Indonesia’ di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (31/8/2018).

“Karena perkembangan fintech akan mampu mendorong lebih besar lagi peningkatan aset pasar modal syariah yang per akhir Juni 2018 lalu sudah mencapai Rp661,71 triliun,” jelas Fadilah.

Menurutnya, aset keuangan syariah di Indonesia didominasi oleh industri pasar modal syariah dengan persentase 55 persen.

Lebih lanjut dia menyebutkan, aset industri pasar modal tersebut didominasi oleh instrumen obligasi syariah atau sukuk negara yang mencapai Rp612 triliun.

“Saat ini total aset keuangan syariah sebesar Rp1.204,48 triliun dengan market share 8,47 persen dibanding total industri jasa keuangan,” katanya.

Dengan demikian, jelas Fadilah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri keuangan syariah masih memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang.

“Peningkatan jumlah produk syariah yang terus berjalan masih sangat terbuka dan peluang yang sangat besar,” kata Fadilah.

Selain pemanfaatan fintech, kata Fadilah, upaya pengembangan pasar modal syariah juga harus dibarengi edukasi dan menyediakan variasi produk investasi sesuai kebutuhab masyarakat.

“Saat ini sedang terjadi peningkatan asset under management (AUM) di reksa dana syariah,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, oangsa pasar AUM atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana syariah sudah menembus batas 5 persen pada Agustus 2017 atau mencapai 5,07 persen.

BACA JUGA:   2022, BEI Targetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian Capai Rp13,5 Triliun

“Kondisi ini karena adanya inovasi produk dan insentif, seperti reksa dana syariah berbasis efek syariah luar negeri,” pungkas dia.

Tags: ojkpasar modal
Previous Post

Rupiah Keok, Bos BEI Pastikan Bukan Dipicu Pelemahan Pasar Modal

Next Post

IHSG Ditutup Kembali ke Level 6.000

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR