
Jakarta, businessnews.id — Bank Mandiri tahun ini merencanakan membiayai 15 proyek pembangkit listrik tenaga air minihydro. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) itu tersebar di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
Menurut Direktur Risk Management Bank Mandiri Sentot A. Sentausa di Jakarta (26/5/2014), pihaknya telah memulai melakukan pembiayaan terhadap proyek ramah lingkungan dengan membiayai dua PLTA minihydro di Cianjur dan Lampung.
Ditambahkannya, dana yang digelontorkan untuk dua PLTA itu sebesar USD 11 juta. Ke depan, pihaknya akan kembali menyalurkan pendanaan PLTA minihydro untuk 15 program yang terletak di Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Tentang dana yang dibutuhkan untuk 15 proyek itu, Sentot tidak menyebutkan.
Pembiayaan PLTA minihydro adalah bagian dari pembiayaan ramah lingkungan dan berkelanjutan, di mana saat ini outstanding telah mencapai USD 100 juta. “Pembiayaan ramah lingkungan dan keuangan berkelanjutan ini memang butuh pengetahuan ekstra,” tambah dia.
Porsi pembiayan terhadap program ramah lingkungan dan keuangan berkelanjutan sebenarnya masih bisa ditingkatkan, namun karena risiko terhadap sektor ini cukup besar, ia meminta regulator untuk memberikan insentif.
Insentif itu, semisal, terkait pelonggaran rasio kesehatan perbankan seperti ATMR (aktiva tertimbang menurut risiko) yang semula 100 persen. “Kalau pembiayaan ke program ramah lingkungan besar, maka rasio diturunkan lebih kecil.” (ZIZ)
EDITOR: DHI