
Jakarta — Bila nanti terjadi, merger antara PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) akan memerkuat ketahanan energi nasional. Sebab, ada tambahan kekuatan pada bisnis hilir gas Pertamina. Merger itu pun memerkuat industri gas nasional untuk semua pemangku kepentingan. Demikian dikatakan oleh Vice President Communication Pertamina, Ali Mundakir, di Jakarta.
Ali, dalam keterangan pers yang dipublikasikan hari ini, mengatakan bahwa kelak Pertamina menerapkan skema open access pada seluruh pipa gas milik perusahaan hasil merger itu.
Merger itu, ia menambahkan, merupakan wujud kepatuhan terhadap regulasi yang telah ada. Merger juga diyakini sangat baik untuk kepentingan negara dan menguntungkan semua pihak. Itu meliputi produsen gas di sektor hulu, transporter di mid stream, dan konsumen.
Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Dahlan Iskan tentunya punya kewenangan untuk memutuskan beberapa langkah strategis Pertamina. Sebagai entitas bisnis, Pertamina telah menuntaskan kajian detil mengenai merger tersebut. “Kajian itu telah diserahkan ke Pemerintah Indonesia di akhir 2012,” kata Ali. (DHIT)