Jakarta, TopBusiness—Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), Multistrada Arah Sarana, menyampaikan jawaban ke otoritas bursa saham tersebut, terkait pertanyaan tentang kenaikan tajam harga sahamnya belakangan ini.
Direktur Multistrada Arah Sarana, Y. Ade Bunian Moniaga, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pihaknya tak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat berpengaruh kepada harga saham berkode MASA tersebut.
“Kami pun tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang bisa berpengaruh kepada harga saham MASA. Dan kami tidak punya informasi atau fakta material yang bisa berpengaruh ke harga saham itu namun belum diungkapkan ke publik,” kata dia.
Berdasarkan data dari Dunia Investasi, saham MASA dalam tren kenaikan harga signifikan sedari 1 Oktober 2018 sampai penutupan perdagangan kemarin.
Di 1 Oktober, harga saham itu di Rp 344 per lembar. Lantas dalam tren naik dengan harga tertinggi di Rp 500 per lembar, ada di penutupan perdagangan kemarin.
Volume perdagangan saham itu juga dalam tren naik signifikan di waktu yang sama. Di 1 Oktober, volume perdagangan di 422.700 unit saham, dan terus naik dengan transaksi tertinggi sebanyak 42,91 juta unit saham, terjadi di 5 Oktober 2018.
Penulis/Editor: Adhito
