TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Atasi Defisit Transaksi Berjalan, Pertamina Dipacu

Nurdian Akhmad
10 December 2018 | 12:34
rubrik: BUMN
Dipercaya Mengelola Blok Rokan, Ini Komentar Plt Dirut Pertamina

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pemerintah pusat terus memperbaiki kinerja keuangan negara, sebagai dampak defisit transaksi berjalan yang melemah.

Untuk itu, sejumlah BUMN di dorong guna meningkatkan kinerja operasional sehingga pendapatan melonjak dan berimbas pada keuangan pemerintah.

Hal itu cukup beralasan, sebab defisit transaksi berjalan dipicu penguatan impor, sementara ekspor masih belum bergerak banyak.

Sehubungan dengan hal itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, bertempat di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta (10/12/2018) berharap pembangunan kilang oleh PT Pertamina (Persero) bisa mengatasi masalah ekonomi Indonesia yang dihadapi puluhan tahun, yakni defisit transaksi berjalan.

Lebih lanjut, dia mengakui setidaknya ada 3 kelompok industri besar yang belum dikuasai Indonesia. Mereka adalah besi baja, petrokimia, dan kimia dasar, termasuk di dalamnya, farmasi. Akibatnya, kebutuhan impor melonjak.

“Ada 3 kelompok besar industri yang kita belum banyak, sehingga setiap kali pertumbuhan ekonomi terjadi impornya naik dengan cepat. Seperti sekarang ini berapa persen, 22%, sekarang ekspor 8-9%. Kenapa impor tinggi kenaikannya karena tidak menghasilkan 3 kelompok industri besar,” kata Darmin.

Dengan adanya kilang terutama yang terintegrasi dengan petrokimia, mantan gubernur BI ini berharap bisa mengatasi masalah defisit transaksi berjalan.

“Mudah-mudahan tidak kemudian masih mengimpor, sehingga kita mengalami masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun yaitu transaksi berjalan defisit, kalau pertumbuhan ekonomi berlangsung berkesinambungan,” paparnya.

Bahkan dia sangat mengapresiasi kerja sama dua kilang tersebut. Sebelumnya, Pertamina memulai dua proyek besar, yakni (refinery development master plan/RDMP) Kilang Balikpapan dan grass root refinery (GRR) Bontang.

Hal tersebut ditandai penandatangan kontrak engineering, procurement dan construction (EPC) Kilang Balikpapan dan penandatangan framework agreement grass root refinery (GRR) Bontang.

Penulis: Agus

BACA JUGA:   Melalui Anak Usaha, PLN dan Pertamina Genjot Pengembangan Energi Panas Bumi
Tags: pertamina
Previous Post

Laju Otomotif Terdorong Insfrastruktur

Next Post

Menkeu Pertanyakan Pejabat Daerah Sering ke Pusat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR