Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bisa kembali menguat, meski trennya masih bergerak sideways.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.435 atau terapresiasi 66 poin dati penutupan sebelumnya di tangga 14.501. Namun sejam pertama, laju rupiah memang mulai terlihat anjlok ke angka 14.365.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada pergerakan Rupiah yang mulai menguat terlihat belum dapat mengubah tren pergerakan sideways-nya.
“Akan tetapi, kondisi ini berubah menjadi potensi melanjutkan penguatan jika sentimen yang ada dapat mendukung pergerakan positif tersebut,” ungkap Reza di Jakarta, Rabu (20/12/2018).
Meski jelang pertemuan FOMC dimana biasanya Rupiah melemah, namun kali ini dia memperkirakan pelaku pasar tidak terlalu reaktif menyusul sikap The Fed itu
Bank sentral AS sendiri dinilai lebih menahan diri untuk kenaikan suku bunganya seiring potensi perlambatan yang terjadi pada ekonomi AS.
“Diharapkan Rupiah masih dapat mengambil kesempatan tersebut untuk kembali menguat,” ucap dia.
Sebelumnya, pergerakan Rupiah mampu berbalik menguat, bahkan mampu melampaui target resisten sebelumnya di 14520. Hal ini terjadi karena pelemahan USD seiring dengan sikap pelaku pasar yang skeptis terhadap kondisi ekonomi AS.
Pasar menilai kondisi ekonomi AS mengarah ke resesi akibat masih adanya imbas perang dagang dengan Tiongkok, ini memberikan sentimen positif pada Rupiah.
Dari dalam negeri, adanya lelang domestic non deliverable formard (DNDF) yang dibarengi dengan adanya intervensi Bank Indonesia (BI) dalam lelang tanpa menggunakan devisa dapat dimanfaatkan rupiah untuk kembali berbalik naik.
Dengan situasi pasar seperti itu, Reza memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.515-14.588.
“Namun demikian, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju Rupiah kembali melemah,” tegasnya.
Penulis: Tomy
