Jakarta, TopBusiness—PT XL Axiata Tbk (EXCL) belum lama ini telah merilis penerbitan surat utang dalam bentuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I 2018 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I 2018 pada Oktober 2018 lalu.
Dari setiap penerbitan surat utang itu yang masing-masing nilainya Rp1 triliun, perusahaan operator tersebut berhasil mengantongi dana segar sebanyak Rp994,19 miliar untuk obligasi dan Rp994,47 miliar untuk sukuk ijarah.
Hingga awal tahun ini, perseroan telah menggunakan dana tersebut untuk keperluan belanja modal dalam rangka meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan serta meningkatkan kualitas layanan yang dimiliki perseroan.
Penggunaannya dana sendiri sudah sekitar 60 persenan lebih atau totalnya sebanyak Rp1,22 triliun.
“Jadi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, maka saat ini XL menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana tersebut,” kata Direktur EXCL, Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (11/1/2019).
Menurut dia, dana tersebut baru digunakan sebanyak Rp612,03 miliar, sehingga masih tersisa Rp382,17 miliar untuk obligasi dan Rp382,44 miliar untuk sukuk ijarah.
“Sehingga sisa dana hasil penawaran umum itu masih sebanyak Rp764,62 miliar,” ucap Adlan.
Lebih jauh dia merinci penggunaan dana belanja modal (capital expanditure/capex) sebanyak Rp1,22 triliun itu.
Untuk pengembangan radio base station senilai Rp987,95 miliar, optical project atau fiber optic menghabiskan Rp223,49 miliar, dan belanja modal lainnya senilai Rp12,61 miliar.
Penulis: Tomy
