TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kembali ke Rp13.000-an, Rupiah Kian Perkasa

Busthomi
1 February 2019 | 11:03
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan di trek penguatan.

Pada sesi pagi perdagangan hari ini, mengutip Bloomberg, mata uang NKRI tersebut dibuka di level 13.945 atau menghijau 27 poin ketimbang penutupan kemarin di tingkat 13.972. Dalam sejam pertama, rupiah pun masih stabil di posisi 13.950.

Menurut analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, Indeks dollar diperkirakan masih melemah ke level 95.3-95.50 terhadap beberapa mata uang utama dunia lainya, terutama terhadap yen.

“Pelemahan dollar ini masih didorong oleh dovish-nya pernyataan (Jerome) Powell [Gubernur Bank Sentral AS], Kamis lalu setelah The Fed memutuskan untuk tidak menaikan tingkat suku bunga Fed Fund Rate,” tandas Mikail di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Sementara itu, dalam proyeksi dia, pelemahan ekonomi AS semakin terlihat jelas. Salahs atu indikatornya, data penduduk AS yang mengisi tunjangan pengangguran (Unemployment benefit) meningkat menjadi 253 ribu di minggu ketiga Januari 2019 dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar 200 ribu orang.

“Peningkatan tersebut disinyalir akibat government shutdown yang terjadi sebulan terkahir,” ucap dia.

Dengan kondisi sentimen seperti itu, prediksi dia, Rupiah diperkirakan akan menguat hari ini jelang rilis data inflasi yang diperkirakan masih akan cukup rendah di level 3,05% (yoy) di bulan Januari 2019. “Yang berarti akan lebih rendah dibandingkan Desember yang sebesar 3,13% (yoy),” tegas Mikail.

Dengan inflasi yang cukup rendah tersebut, lanjut dia, kemungkinan dapat menjaga fundamental mata uang NKRI ini untuk tetap kuat dalam jangka menengah.

“Melihat dari kondisi pasar yang demikian, rupiah diperkirakan akan menguat ke level Rp 13.950/USD-Rp 14.000/USD,” pungkas dia.

BACA JUGA:   Suku Bunga BI Ditahan Bisa Berdampak Positif ke Rupiah

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

IHSG Tembus 6.500-an

Next Post

BEI Minta Investor Tak Perlu Risaukan Pemilu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR