Jakarta, TopBusiness – Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada jelang akhir pekan ini bisa menguat.
Pasalnya, menurut pengamatan dia, di pagi ini terlihat dolar AS sudah melemah terhadap mata uang regional. Hal ini lantaran pasar sudah meragukan kelanjutan pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam itu.
Dengan begitu, kata Ariston, pelemahan USD itu dipicu oleh data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang masih dirilis cukup besar di kisaran 860 ribu klaim. “Itu artinya tingkat pengangguran di AS masih besar karena pandemic,” tutur dia di Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Selain itu, untuk sentiment dari dalam negeri, untuk suku bunga acua atau BI 7 Day Repo Rate yang kembali ditahan juga membantu penguatan rupiah karena perbedaan yield yang masih besar.
“Sehingga rupiah berpotensi menguat hari ini karena sentimen tersebut, dengan kisaran Rp14.750 hingga Rp14.900 per USD,” ujar Ariston.
Mengutip Bloomberg pagi ini, laju rupiah justru dibuka melemah di posisi Rp14,755 atau bekurang 77,5 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp14.832,5. Dan hingga pukul 10.30 WIB maka uang NKRI itu masih bercokol di zona merah di level Rp14,730 atau turun 102,5 poin alias 0,69%.
Sementara data Bloomberg pergerakan rupiah pada Kamis Kemarin (17/9/2020) berada di level Rp 14.832 per dolar AS. Level itu menguat dibanding pergerakan Rabu sebelumnya di level Rp 14.843 per dolar AS.
Sementara, Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah pada Kamis kemarin itu bêrtengger di level Rp 14.878 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang di tangga Rp 14.844 per dolar AS.
Foto: Istimewa
