TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Atasi Defisit, Pemerintah Dorong Industri Substitusi Barang Modal

Nurdian Akhmad
27 February 2019 | 11:52
rubrik: Ekonomi
Kemenperin: Harga Gas Petrokimia Diusulkan Turun

Industri Petrokimia di Indonesia (Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, meyakini angka pertumbuhan ekonomi para tahun 2019 ini akan tembus di level 5,3 persen. Optimisme ini didasarkan pada fakta fundamental pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren perbaikan.

Menurut Enggar, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 mencapai 5,2 persen. Capaian ini lebih baik dibandingkan tahun 2017 sebesar 5,1 persen, dan tahun 2016 sebesar 5,0 persen. Dia juga menambahkan bahwa postur APBN semakin kredibel, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, serta penerbitan serangkaian paket kebijakan.

Hal-hal tersebut, kata Enggar, yang bakal mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun politik ini akan lebih baik lagi. Oleh sebab itu dia berharap agar pelaku usaha dan asosiasi untuk tetap optimis dan tanpa keragu-raguan dalam memandang ekonomi Indonesia di tahun 2019.

“Di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi di beberapa negara, ekonomi Indonesia justru mampu bertahan dan tumbuh stabil dalam tiga tahun terakhir. Untuk itu, kita harus optimis menjalani tahun 2019,” ungkap Enggar dalam keterangan resminya, Rabu (27/2).

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah komitmen untuk mengatasi defisit perdagangan Indonesia yang masih defisit. Saat ini pemerintah tengah mendorong industri substitusi dari barang modal dan bahan baku. Program ini adalah prioritas pemerintah demi mengurangi ketergantungan impor secara bertahap dalam jangka panjang.

“Kita harus tetap optimis mengatasi defisit perdagangan saat ini. Defisit perdagangan disebabkan oleh meningkatnya impor barang modal dan bahan baku atau penolong yang berkolerasi dengan pembangunan infrastruktur dan investasi. Ke depan, impor ini dapat mendorong ekspor kita yang pada akhirnya akan memperkecil defisit neraca perdagangan,” tutur Mendag.

BACA JUGA:   Karena Pandemi, Mendag Minta WTO Direformasi
Tags: defisit perdaganganmendag
Previous Post

Gapki Optimistis Ekspor CPO ke India segera Bangkit

Next Post

Kontribusi Unit Naik, Laba Grup Tunas Ridean Terkerek 18 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR