TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PTPN V Resmikan PLT Biogas Kapasitas 700 KW

Busthomi
4 March 2019 | 16:21
rubrik: Business Info
PTPN V Resmikan PLT Biogas Kapasitas 700 KW

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biogas hasil kerja sama antara PT Perkebunan Nusantara V dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) resmi beroperasi di Pabrik Kelapa Sawit Terantam PTPN V, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (04/03).

Memurut Direktur Utama PTPN V Jatmiko Krisna Santosa, setelah melalui banyak diskusi dan kajian, pihaknya bersyukur pembangunan PLT Biogas di PKS Terantam hasil kerjasama dengan BPPT dan dapat diselesaikan dan diresmikan bersama-sama.

“BPPT punya riset, kajian, SDM, teknologi, dan peralatan. Sedang kita memiliki potensi limbah sawit yang sangat besar, yang berasal dari hasil olah PKS berkapasitas 575 ton TBS/jam”, terang Jatmikodalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Kata dia, ini adalah bentuk sinergi dengan BPPT dalam pembangunan pilot plan Biogas yang dimulai dengan penandatanganan MoU di tahun 2016. Dan dilanjutkan dengan pembangunannya di tahun 2017.

“Apresiasi kami kepada BPPT, dengan kerjasama yang baik, buah kesungguhan perusahaan untuk menjadi oerusahaan perkebunan negara yang paling fokus mengembangkan energi terbarukan berbahan dasar limbah sawit, senantiasa terjaga,” jelasnya.

Pembangunan PLT Biogas ini menelan nilai investasi Rp27 miliar. Bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan listrik berasal dari palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair dari pabrik kelapa sawit Terantam, dan mampu menghasilkan listrik sebesar 700 Kilo Watt (KW).

Menurutnya, listrik yang dihasilkan dari pembangkit ini nantinya akan digunakan untuk operasional pabrik pengolahan kernel (inti) sawit di Tandun, yang saat ini beroperasi dengan pasokan listrik dari PLT Biogas Tandun dan supply bahan bakar fossil.

“Penerapan sawit yang lestari bukanlah menyulitkan, tapi jadi bagian dari mimpi besar PTPN V untuk menjadi contoh sukses peningkatan nilai tambah dari limbah kelapa sawit,” terang dia.

BACA JUGA:   67% Konsumen Niat Kunjungi Mal Pasca-PSBB

Langkah ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan inovasi teknologi pemanfaatan limbah cair menjadi energi listrik di Indonesia, serta bukti perseroan dalam pemenuhan kriteria untuk memperoleh sertifikasi ISO, ISPO, RSPO hingga ISCC.

PLT Biogas Teratam merupakan project kedua di PTPN V, sebelumnya juga telah dibangun PLT Biogas pertama di lingkungan BUMN Perkebunan berlokasi PKS Tandun dengan daya 1,2 MW. Selanjutnya, tengah direncanakan membangun PLT Biogas ketiga.

“Yang ketiga di PKS Sei Pagar, tetap bekerja sama dengan BPPT,” sebut Jatmiko.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan terus memanfaatkan seluruh potensi biogas dan biomass dari limbah sawit perseroan. Selain digunakan sendiri, kebutuhan listrik Riau menjadi potensi bagi PTPN V yang sudah melakukan MoU dengan PT PLN (Persero).

“Kami berharap ke depan akan semakin banyak perusahaan sawit yang dapat memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi energi di Indonesia,” harap Jatmiko.

Indonesia saat ini merupakan produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar di dunia, yaitu sekitar 32 juta ton per tahun.

Penulis: Tomy

Tags: biogasPTPN V
Previous Post

Melalui PLB, ICDX Rilis Kontrak Fisik Timah Murni

Next Post

IHSG Ditutup Melorot ke 6.488

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR