Jakarta, TopBusiness – Air bersih merupakan suatu kebutuhan masyarakat sehari-hari. Peran pemerintah dalam menyediakan air bersih bagi masyarakatnya adalah sangat mutlak.
Pemerintah Kabupaten Jember, terus mengupayakan dan menjaga ketersediaan air bersih untuk masyarakatnya. Menjalin kerja sama dan melakukan penyertaan modal kepada PDAM Jember merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Jember untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.
Di sisi lain, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, PDAM Jember terus berupaya agar kuantitas, kualitas, kontinuitas serta tekanan pendistribusian air ke pelanggan dapat ditingkatkan.
untuk menjamin dan meningkatkan cakupan air bersih bagi masyarakat Pemerintah Kabupaten dan PDAM Jember pada tahun 2018 telah memberikan pelayanan sambungan air minum gratis 1018 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Jember.
Direktur PDAM Jember Ady Setiawan mengatakan pelayanan sambungan air minum gratis ini merupakan janji Pemerintah Kabupaten Jember berdasarkan penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyertaan Modal untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember telah disahkan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jember tahun lalu.
“Kami Kabupaten Jember dengan arahan ibu bupati melakukan Hibah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan gratis tanpa biaya sepeserpun untuk pemasangan saluran pipa PDAM. Jadi jika masyarakat yang lain ditarik biaya sebesar 300-500 ribu, nah ini MBR kami gratiskan.,” kata Ady dalam wawancara penjurian TOP BUMD 2019 di Mercantile Athletic Club, Gedung World Trade Centre (WTC) Jakarta, Senin (04/03/2019)
“Nah ini adalah upaya kita untuk meningkatkan cakupan pelayanan tapi tentu ini kita sertai dengan edukasi supaya maintenance setiap bulannya bisa berjalan dengan baik. Dan sekitar 1000 rumah sudah terjangkau program hibah ini di tahun 2018,” sambungnya.
Ady memaparkan program ini juga akan terus dilanjutkan di tahun 2019 dengan target 2000 KK bisa terjangkau program ini. Adapun kriteria penerima hibah ini adalah pandhalungan yaitu golongan buruh pabrik, guru ngaji, takmir masjid, nelayan, ART, kaum dhuafa keluarga pra sejahtera.
“Mereka (penerima sambungan PDAM gratis itu) nanti akan disurvey dulu. Lalu setelah lolos survey kemudian dilanjutkan di impelementasi perbup untuk pencairannya, masuk kas PDAM, langsung kami action (bergerak cepat, red), karena sudah ditunggu masyarakat,” terang Ady.

Dalam kesempatan tersebut Ady juga memaparkan raihan prestasi dari PDAM Jember selama tahun 2018. PDAM Jember mendapatkan penilaian dari BPKP Perwakilan Jawa Timur atas kinerja tahun 2018. Bahkan PDAM Jember terbaik nomor 2 setelah Surabaya. Namun Jember, Malang dan Banyuwangi memiliki nilai atau poin penilain yang sama yakni skor 3,92.
indikator penilaian kinerjanya, sambung Ady antara lain aspek keuangan meliputi structure modal, rasio kas, efektivitas penagihan serta rasio laba.
“Penilaian lainnya juga termasuk aspek operasional meliputi pertumbuhan pelanggan, tingkat kehilangan air, tingkat produksi dan kepuasan pelanggan,” pungkas Ady Setiawan.
Penulis: Aby Abduljabar
