Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah Lampung Barat (BPRS Lambar) dari tahun ke tahun sangat menggembirakan. Tercatat pada akhir Desember 2018 BPRS Lambar membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 miliar dengan total pembiayaan lebih dari Rp 25 miliar dan pertumbuhan asset yang kini mencapai Rp32,9 miliar.
Torehan ini mengantarkan BPRS Lambar memperoleh peringkat Wajar Tanpa pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut. Disamping itu, meski diusianya yang belum genap 4 tahun sejak berdirinya pada 15 September 2015, BPRS Lambar juga mampu menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp964,752.582 pada tahun anggaran 2018.
Hal tersebut terungkap dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) yang dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sudarto, dan Ketua MUI Lampung Barat Djafar Sodiq, Jumat (1/3) lalu.
Direktur Utama PT BPRS Lambar Mahrom menuturkan capaian positif dari BPRS Lambar ini tak lepas dari dukungan stakeholders khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat yang menambah modal setor BPRS Lambar sebesar 1 miliar di tahun 2018, sehingga total modal setor secara keseluruhan menjadi Rp 6 miliar.
“Ditambah lagi, Pemda Kabupaten Lampung Barat pada tujuan akselerasi menumbuh kembangkan BPRS Lampung Barat akan merencanakan mengadakan perubahan modal dasar dari yang asalnya 6 miliar menjadi RP 24 Miliar dengan harapan BPRS Lampung Barat mampu bersaing baik di level kabupaten maupun provinsi,” terang Mahrom
Selanjutnya, kata Mahrom, dengan menjunjung visi-misi yang juga bersinergi dengan Pemda Kabupaten Lampung Barat yang bercita-cita menjadikan Lampung Barat HEBAT (Honest, Energic, Briliant, Accountable, Trust), BPRS Lampung Barat menargetkan perbaikan kinerja dan pertumbuhan di tahun 2019.
“Tahun 2019 kami menargetkan pendapatan Dana Pihak ketiga sebesar 31 miliar dan laba sebesar Rp. 1.8 miliar dengan pertumbuhan asset mencapai 39 miliar,” pungkasnya.
Penulis: Aby Abdul Jabar
