Jakarta, TopBusiness – Kinerja apik management PDAM Tirta Aji Wonosobo ini sudah tak diragukan lagi dan sudah tak terbantahkan pula, keberadaan perusahaan daerah Kabupaten Wonosobo ini telah melayani masyarakat dalam penyedian air bersih selama 43 tahun, hingga saat ini melayani masyarakat sebanyak 91.000 sambungan rumah(SR). Terbesar kedua di Jawa Tengah.
Sementara kinerja untuk meminimalkan tingkat kehilangan airnya (NRW) selalu memberikan hasil cukup mengembirakan, walaupun NRW nya masih cukup tinggi. Pada tahun 2016 NRW nya 29,54%, 2017 ada penurunan 28,04%, pada 2018 bisa mencapai 26,04%. Memang tidaklah mudah mencapai angka 1 persen saja dalam penurunan angka NRW ini, diperlukan peningkatan tambahan modal, serta peralatan dan juga kemampuan Sumber Daya Manusia(SDM) pula.
Sebagai perusahaan air pemipaan dengan kategori sehat dari BPPSPAM menyatakan sehat dari tahun 2016 sampai 2018. Dengan capaian pendapatan usaha sebesar Rp 107 miliar pada tahun 2016 , dengan laba Rp 41 miliar dan juga memberikan setoran kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2016 sebesar Rp 2,7 miliar.
Tentunya perlu kita ketahui bahwa perusahaan daerah air pemipaan Kabupaten Wonosobo ini memiliki 2 orang trainer dengan kapasitas sekala tingkat nasional. Serta PDAM Wonosobo ini pun telah berhasil pula memberikan layanan air prima siap minum dengan standar sehat dan hieginis secara standart internasional. Beberapa kran siap minum bisa kita jumpai di pusat keramain seperti terminal, taman kota, alun-alun serta pusat perkantoran.
Bagi perusahaan air pemipaan Kabupaten Wonosobo ini dengan sumber air bakunya juga memanfaatkan sumber air reservoir dari dalam tanah serta mata air, maka perusahaan daerah air pemipaan ini juga sangatlah peduli akan ketersedian air di dalam tanah serta pula turut memperbaiki saluran air di lingkungan masyarakat.
Ditegaskan pejabat sementara Direktur Utama Suparno dalam BUMD Rating di Jakarta diselengarakan majalah bergensi TopBusiness, kami tidak hanya piawai menyalurkan air kepada masyarakat. Akan tetapi kami pun sangatlah konsen dan peduli akan keberlanjutan. Kami akan jaga sumber daya air ini, reservoir air ini.
“Kami melakukan penanaman pohon secara rutin di areal reservoir air ini. Kami langsung melibatkan generasi penerus mulai dari siswa Sekolah Dasar langsung melakukan penanaman pohon. Hampir setiap tahun kami lakukan penanaman ribuan pohon. Dan juga melakukan revitalisasi saluran air,” tegas Suparno.
“Kepedulian kami ini bisa menjadi contoh bagi seluruh masyarakat sebaiknya, bukan hanya PDAM semata, karena seluruh umat manusia sangatlah memiliki ketergantungan akan air dalam seluruh aktifitas kehidupan ini. Kami pun berharap menjaga bumi ini menjadi “gerakan nasional,” ujar Pjs Dirut ini.
Penulis: Albarsyah
