Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT BPR Kutai Timur dalam sebuah BUMD Rating di Jakarta yang diselengarakan majalah bergensi TopBusiness menegaskan, perusahaan keuangan daerah ini sangat kesulitan dalam melakukan pengembangan pelayanan ke berbagai pelosok di seluruh Kabupaten yang kaya potensi barang mineral pertambangan ini.
Hal ini dikarenakan infrastruktur fisik di daearah sangatlah terbatas, bertolak belakang dengan kondisi di Pulau Jawa.
“Masih banyak potensi untuk kami kembangkan di daerah Kutai Timur ini. Karena BPR ini memiliki missi dalam memberantas rentenir sebagai musuh masyarakat, ini sejalan dengan program dari Pemerintahah Kabupaten Kutai Timur, mensejahterakan masyarakat serta memberantas pergerakan rentenir sebagai pembunuh secara perlahan-lahan masyarakat dengan ketergantungan pada rentenir tersebut,” ujar Dirut BPR Kutai Timur A. Sobyan Herman.
Sobyan menegaskan, kami sangatlah focus pada sector Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM), hal tersebut terimplementasi dengan produk-produk layanan agar para UMKM dapat memiliki askses permodalam dengan mudah dan murah seperti kredit usaha pasar (KUPAS) dengan sasaran konsumen para pedagang pasar dan kulakan dengan plapon kredit Rp 5 juta tanpa jaminan.
“Bahkan juga bagi UMKM akan mendapatkan kredit minimal Rp 50 juta atau setara dengan KUR, kami juga menyediakan kredit MIKROKU dengan bunga 7% per tahun,” ujar Sobyan.
Pada tahun 2019 ini BPR Kutai Timur ini sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Kabupaten Kutai dan OJK untuk pembukaan layanan kas di 8 kecamatan.
Penulis: Albarsyah
