Jakarta, TopBusiness – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Astanajapura untuk pertama kalinya terpilih dan masuk sebagai salah satu dari 200 finalis untuk maju di ajang penjurian Top BUMD 2019 yang dihelat Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga konsultan dan riset Independent.
Presentasi dan wawancara penjurian dilakukan oleh Direktur Operasional PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Astanajapura, Dini Rahmawati didampingi Anggota Dewan Pengawas, Badawi pada (12/3), di Gedung WTC Jl.Jenderal Sudirman, Jakarta.
“Kami mengucapkan terima kasih karena PD BPR Astanajapura masuk sebagai salah satu finalis di ajang penjurian Top BUMD 2019 ini. PD BPR Astanajapura merupakan perusahaan milik Pemerintah Daerah, di mana 45% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sisanya Pemerintah Kabupaten Cirebon. Sebagai perusahaan daerah kami juga telah banyak memberikan andil bagi upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui dukungan pembiayaan (kredit), terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan kami juga punya produk kredit tanpa agunan pasar untuk para pedagagang dan UMKM, sekaligus untuk melawan para rentenir,” ujar Dini Rahmawati di depan dewan juri yang dipimpin oleh Ben De Haan.
Ditambahkan, sebagai salah satu BUMD, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Astanajapura juga turut serta menyumbangkan sebagian laba atau deviden untuk kontribusi APBD. Tahun lalu (2018) perusahaan berhasil meraih laba Rp2,6 miliar dan memberikan deviden ke pemegang saham sebesar Rp1,3 miliar. Sebesar Rp414,4 juta ke Pemprov Jawa Barat, dan Rp917,7 juta ke Pemkab Cirebon.
Dalam upaya memberikan kemudahan layanan kepada nasabah, pihaknya melakukan terobosan layanan jemput bola dengan mendatangi pasar-pasar tradisional dengan membekali petugas lapangan dengan alat digital (mobile collection) yang bisa mencatat dan melayani semua transaksi nasabah, terutama para pedagang di pasar-pasar tradisional.
Selama ini BPR Asatanajapura telah melayani delapan pasar tradisional. Di antaranya pasar mundu, pasar lemahabang, pasar cipeujeuh, pasar karangsembung, pasar pabuaran, pasar gebang, pasar ciledug, dan pasar losari) dengan produk kredit tanpa agunan (KTA) menggunakan sistem jemput bola. Mereka bisa menabung setiap hari menggunakan mobile collection, sehingga transaksi online real time.
“Melalui sistem jemput bola yang dilengkapi dengan alat mobile collection ini, nasabah bisa lebih mudah mendapatkan layanan kami. Alat ini bisa terhubung langsung dengan sistem kami di kantor secara real time, sehingga semua transaksi tercatat secara aman. Dengan sistem ini, kami bisa lebih dekat dengan nasabah. Kami juga berharap bisa menekan praktik rentenir, apalagi kami juga memiliki kredit tanpa agunan,” ujarnya.
PD BPR Astanajapura Terdaftar dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Produk layanannya meliputi tabungan, kredit dan deposito. Simpanan pada PD BPR Astanajapura juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai dengan Rp 2 Miliar per nasabah.
Penulis: Ahmad Churi

Bidang usaha
Usaha