TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sebab Kepercayaan Nasabah Tinggi, BPR Serang Butuh Modal

Agus Haryanto
19 March 2019 | 23:12
rubrik: BUMD
Sebab Kepercayaan Nasabah Tinggi, BPR Serang Butuh Modal

Jakarta TopBusiness – PD BPR Serang tengah menanti suntikan dana dari pihak kesatu dalam hal ini pemegang saham pengendali untuk mencapai kepemilikan hingga 55% atau senilai Rp 55 miliar.

Penambahan modal disetor dimaksudkan guna menahan penurunan laju CAR sebagai dampak peningkatan kepercayaan nasabah dan ekspansi bisnis perusahaan.

Berbicara dalam acara penjurian Top BUMD 2019 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness, di Merchantile Athletic Club 1 di Jakarta, Selasa, Dirut Acep Heri Suhana menyebut bahwa sejalan dengan semakin tingginya kepercayaan nasabah terhadap BPR Serang telah menyebabkan sejumlah indikator keuangan naik.

Misal, jumlah aset pada 2018 mencapai Rp 494,405 miliar atau naik bila dibanding tahun sebelumnya Rp 389,041 miliar. Kemudian tabungan, masing-masing Rp 205,068 miliar (2018) dan Rp 183,641 miliar (2017). Begitu juga linked program mencapai Rp 129,421 miliar (2018) atau naik dari Rp 59,591 miliar (2017).

Dampaknya, laba bersih naik jadi Rp 14,577 miliar (2018) dari sebelumnya Rp 12,344 miliar (2017).

Peningkatan kepercayaan tersebut, akibat perusahaan memberikan bunga di atas LPS, namun juga akan menyebabkan tergerusnya CAR.

Sebaliknya, CAR menunjukkan tren penurunan sebagai dampak ekspansi bisnis. Di 2018, CAR atau rasio kecukupan modal sebesar 30,64%, padahal 2017 36,66%.

“Kalau seandainya dipenuhi modal disetor hingga mencapai Rp 55 miliar dari pemkab Serang. Padahal untuk angka Rp 24 miliar yang di-share untuk PAD-nya. Karena Serang belum memenuhi secara maksimal modal disetor atau di bawah 50% senilai Rp 30,411 miliar,” ungkap Acep.

Kendati begitu, diakuinya, manajemen sudah berdiskusi secara intens dengan pemerintah kabupaten, dan hasilnya akan dipenuhi modal disetor. “Kita akan merubah Perda soal modal disetor. Jadi mudah-mudahan tahun 2019 ini ada perubahan,” kata Acep.

BACA JUGA:   Berkat Inovasi Baru dan Tata Kelola, BPR Surya Artha Lampaui Target Kinerja

Penambahan modal kemungkinan besar tak akan dipenuhi secara optimal, lantaran terkendala dengan bencana gempa tsunami di Serang. “Sehingga retribusi yang sedianya masuk 100% hanya 75. Jadi untuk modal disetor masih mismatch lagi,” pungkasnya.

Penulis : Agus H

Previous Post

Bunga Rendah BUD Sempitkan Operasional Rentenir

Next Post

Realisasi CSR Bank Syariah Kotabumi

Comments 1

  1. Muslim says:
    7 years ago

    Seandainya saja pihak pemegam saham pengendali jeli terhadap Deviden yg akan diterima dari BPR Serang maka akan egera dipenubi saham sebesar 55%tsb…karena modal disetor akan di jadikan pembagi secara proporsional terhadap laba yg diperoleh dan dampak positifnya deviden yg akan diterima semakin besar.
    Sebagai mana diketahu bersama PD.BPR Serang merupakan salah satu BUMD milik pemda Serang dengan reputasi yg baik serta penyumbang PAD terbesar dibanding ke 3 BUMD lainnya…. dengan dasar tsb seharusnya tdk ada keraguan dari pemilik saham pengandali u segera memenuhu komposisi sahamnya tsb, agar CAR semakin membaik …kepercayaan masyarakat semakin tumbuh dan kesejahteraan masyarakat serang semakin meningkat.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR