TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Holding BUMN Farmasi Bakal Rampung Semester I Ini

Busthomi
27 March 2019 | 16:18
rubrik: BUMN
Holding BUMN Farmasi Bakal Rampung Semester I Ini

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Rencana holding BUMN sektor farmasi diperkirakan bakal selesai di semester I-2019 ini. Saat ini masih berada pada fase koordinasi antara Kementerian BUMN dan sejumlah kementerian terkait.

Menurut Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), Honesti Basyir proses di Kementerian BUMN sudah berjalan lancar, sehingga dipastikan sebeleum semester II-2019 sudah selesai.

Nantinya, PT Bio Farma (Persero) yang merupakan bukan perusahaan Tbk yang akan menjadi induk Holding BUMN Farmasi. Holding ini akan membawahi KAEF, PT Paphros Tbk (PEHA) yang sekarang jadi anak usaha KAEF, dan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF).

“Nanti dipimpin (holding) oleh Bio Farma dan member-nya ada Kimia Farma plus Indofarma,” jelas dia di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Lebih lanjut Honesti menjelaskan, saat ini proses holding sudah berada pada tahap koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sekretariat Negara dan Kementerian Hukum dan HAM.

Untuk memuluskan langkah Holding BUMN Farmasi itu, perseroan pada hari menyelesaikan proses akuisisi PEHA yang semula anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), yang sejalan dengan rencana Holding BUMN Farmasi.

Saat ini, KAEF telah resmi memiliki saham mayoritas PEHA sebanyak 476.901.860 saham yang setara 56,77 persen dengan nilai akuisisi Rp1,36 triliun.

Lebih lanjut Honesti mengatakan, guna memperkuat kinerja usaha dan ekspansi bisnis di tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp4,2 triliun. “Dana capex ini termasuk untuk mengakuisisi Phapros itu,” ucapnya.

Dia mengatakan, anggaran belanja modal akan dimanfaatkan untuk peningkatan ekspansi industri healthtcare dan pembukaan apotik maupun klinik baru.

“Tahun ini rencana kami akan menambah 200 outlet baru. Pendanaannya sekitar Rp300 miliar-Rp400 miliar. Kami akan membangun klinik spesialis juga,” ujar Honesti.

BACA JUGA:   Pasokan Pupuk Dipastikan Terjaga

Honesti mengungkapkan, sumber pendanaan capex yang sebesar Rp4,2 triliun tersebut sebesar 70 persen dari pinjaman perbankan, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Sumber capex lainnya dari sisa hasil penerbitan medium term notes (MTN) dan kas internal.

“Kami juga lagi mengkaji penerbitan MTN. Bahkan, ada potensi untuk melakukan rights issue sekitar Rp2 triliun-Rp3 triliun. Nanti kami ajukan ke pemerintah. Mudah-mudahan bisa disetujui,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

Tags: bumnBUMN Farmasiholding bumn
Previous Post

Ini Cara Dirut Bank Wonosobo Cetak Pemimpin Baru

Next Post

BPR JATIM sebagai Bank UMKM Melakukan Pembenahan Diri untuk Siap Menghadapi Laju Daya Saing Bisnis ke Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR