Jakarta,TopBusiness—Direktur Utama PD BPR Bank Purworejo (Jawa Tengah), Wahyu Argono Irawanto, mengatakan di Jakarta (8/4/2019), bahwa pihaknya terus mencatatkan peningkatan nilai kredit. Pada sepanjang tahun 2018, kredit yang dikucurkan senilai Rp 189,24 miliar.
“Adapun untuk tahun 2017, nilai kredit yang kami salurkan masih di Rp 148,63 miliar. Jadi ada peningkatan signifikan,” ujar Wahyu saat diwawancara oleh Dewan Juri Top BUMD 2019, sebuah penghargaan yang digelar oleh Majalah TopBusiness.
Wahyu menjelaskan sejumlah pencapaian lain. Antara lain, NPL tahun 2018 ada di bawah 1%. Persisnya di 0,72%.
“Tahun 2017 pun NPL kami bisa di bawah 1%. Persisnya di 0,71%,” kata Wahyu.
Angka LDR ada di 90,83% untuk tahun 2018. Adapun tahun 2017 ada di 92,86%.
Untuk CAR, di tahun 2018 tercatat di 19,98%. Di tahun sebelumnya angka CAR di 20,96%.
Sedangkan Rasio BOPO, masih menurut Wahyu, untuk tahun 2018 di 82,76%. Sementara di tahun 2017, angka BOPO di 81,88%.
Bagaimana dengan pencapaian laba bersih? Untuk tahun 2018, laba bersih yang didapat senilai Rp 3,27 miliar. Dengan demikian, naik kalau dibandingkan tahun 2017 yang senilai Rp 2,94 miliar.
Dana Desa
BPR Bank Purworejo pun merupakan salah satu dari empat bank pengelola RKD (rekening kas desa) dari pemerintah daerah (pemda). Itu merupakan RKD untuk lima kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo.
Dengan penyaluran dana desa itu pun, perangkat desa bisa berperan bagi BPR Bank Purworejo.Yakni dengan menjadi semacam agen laku pandai, secara tidak langsung.
“Kami pun memberikan kredit kepada perangkat desa,” kata dia.
(Adhito)
