Jakarta, TopBusiness – Di tengah upaya melakukan transformasi dalam pertumbuhan ekonomi Kota Semarang, yang semula dominan pada aktivitas industri menjadi perdagangan dan jasa, Bank Pasar Kota Semarang didorongnya untuk mampu memiliki peran yang lebih strategis. Bank Pasar Kota Semarang sejauh ini telah berperan penting dalam mendukung pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, peran strategis Bank Pasar Kota Semarang itu salah satunya dalam penyaluran bantuan permodalan melalui program Kredit Wibawa. Program tersebut, saat ini menjadi salah satu kredit usaha dengan bunga terendah di Indonesia, yakni sebesar 3 persen per tahun.
“Sebagai satu dari tiga bank teknis yang ditunjuk untuk dapat menyalurkan kredit bunga rendah milik Pemerintah Kota Semarang tersebut, Bank Pasar Kota Semarang diarahkan untuk dapat fokus menjadikan Kredit Wibawa sebagai salah satu produk unggulannya,” kata Hendrar yang akrab disapa Hendi usai melakukan pengundian Grand Prize Tabungan Tahta I di Poncowati Ballrom Hotel Patra Jasa Semarang, baru-baru ini.
Menurut dia, program sejaun ini membuahkan hasil yang signifikan. Tercatat dalam periode 2017 hingga 5 April 2019, tidak kurang dari Rp 7.607.500.000 telah mampu disalurkan oleh Bank Pasar Kota Semarang sebagai modal usaha, dari program Kredit Wibawa.
Total penyaluran dana tersebut bahkan jauh melampaui dua bank teknis lainnya yang juga diberi kewenangan oleh Pemerintah Kota Semarang dalam menyalurkan Kredit Wibawa. Secara lebih luas, upaya penyaluran modal usaha yang dilakukan oleh Bank Pasar Kota Semarang itu mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan UMKM di Kota Semarang.
Hal itu terlihat dari data jumlah UMKM di Kota Semarang yang pada tahun 2015 berjumlah sekitar 11.000 pelaku, lalu tahun 2018 telah mampu bertambah menjadi sekitar 16.000 pelaku UMKM.
Di sisi lain, tenaga kerja terserap dalam aktivitas ekonomi UMKM yang pada 2015 hanya sebanyak 19.000 orang, juga meningkat di 2018 menjadi berkisar 28.000 orang. Total volume usaha UMKM di Kota Semarang juga meningkat drastis, dari yang semula tahun 2015 di angka 379 miliar, menjadi 1,5 triliun pada 2018.
“Kami mengapresiasi sebesar-besarnya kepada perkembangan Bank Pasar Kota Semarang saat ini. Bagi dia, Bank Pasar Kota Semarang mampu memiliki peran strategis di kota itu. Mudah-mudahan Bank Perkredotan Rakyat (BPR) semakin dapat membawa kemajuan bagi Kota Semarang dan mampu semakin besar memberikan manfaat dari dana nasabah yang ada,” ujar Hendi.
