TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Program Dirut Baru KSEI

Busthomi
28 May 2019 | 11:38
rubrik: Ekonomi
Ini Program Dirut Baru KSEI

Foto: Tomy

Jakarta, TopBusiness – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta dengan salah satu agenda berupa pengangkatan susunan Direksi KSEI sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan direksi lama periode 2016-2019.

RUPST sendiri dipimpin oleh Rahmat Waluyanto (Komisaris Utama), didampingi Ito Warsito dan Dian Fithri Fadila (Komisaris), Friderica Widyasari Dewi (Direktur Utama), Syafruddin (Direktur) serta Supranoto Prajogo (Direktur).

Rapat dibuka pada jam 16.24 WIB. Dan rapat tersebut dihadiri oleh 37 pemegang saham yang memiliki 4.950 hak suara atau setara 83,33% dari total pemegang saham yang memiliki hak suara tersebut.

Dan secara aklamasi nama Uriep Budhi Prasetyo diangkat sebagai Direktur Utama KSEI periode 2019-2022, bersama Syafruddin dan Supranoto Prajogo sebagai Direktur.

RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, mengesahkan Laporan Keuangan perseroan tahun 2018, mengangkat Wakil Pemegang Saham sebagai Anggota Komite Anggaran Perseroan Tahun Buku 2020, serta menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Buku Perseroan Tahun Buku 2019.

Uriep yang sebelumnya menjabat Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indonesia untuk periode 2009-2015 dan Komisaris KSEI periode 2006-2009, didaulat menjadi Direktur Utama KSEI menggantikan Friderica Widyasari Dewi yang telah berakhir masa jabatannya.

Sedangkan untuk posisi Direktur I masih dijabat oleh Syafruddin dan posisi Direktur II tetap dipercayakan kepada Supranoto Prajogo.

Sebagai Direktur Utama terpilih, Uriep menyampaikan program kerja Direksi KSEI 2019-2022, beberapa di antaranya merupakan kelanjutan dari rencana strategis yang dikembangkan pada tahun sebelumnya.

“Dalam waktu dekat salah satu rencana strategis yaitu pengembangan e-Proxy dan e-Voting untuk memudahkan investor selaku pemegang saham dalam memberikan kuasa pada RUPS melalui sarana elektronik,” ungkap Uriepdi Jakarta, ditulis Selasa (28/3/2019).

BACA JUGA:   Kurangi Risiko Banjir Jakarta, Kementerian PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

Platform ini akan memberikan kemudahan komunikasi antara emiten, BAE, KSEI, perusahaan efek, Bank Kustodian, dan Pemegang Saham secara straight through processing karena menggunakan standard messaging dalam satu platform yang terintegrasi.

Uriep menjelaskan, untuk rencana strategis lainnya meliputi Full Central Bank Money, yaitu bank pembayaran yang bekerjasama dengan KSEI mulai periode 2019 – 2024 akan menggunakan infrastruktur Bank Indonesia (BI-RTGS) untuk mendukung penyelesaian transaksi Efek di KSEI.

Nantinya, seluruh penyelesaian dana oleh Bank Kustodian dan perusahaan efek baik Surat Berharga Negara maupun non Surat Berharga Negara akan menggunakan BI-RTGS.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi rekomendasi International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Principle 9 – Principles for Financial Market Infrastructures (PFMI) mengenai Money Settlements.

KSEI juga selama ini tengah menyiapkan pengembangan lanjutan dari C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) yang telah terimplementasi pada 8 Juli 2018 terkait penyimpanan danpenyelesaian transaksi Efek.

Tahun ini akan diimplementasikan modul terkait dengan corporate Action pada C-BEST Next-G. Untuk proses Know Your Client (KYC), KSEI akan menyediakan layanan yang akan memudahkan dalam proses KYC, baik bagi investor maupun pemakai jasa KSEI.

“Investor cukup melakukan satu kali KYC agar dapat berinvestasi di pasar modal di berbagai Perusahaan Efek. Saat ini, pengembangan tersebut masih dalam proses kajian,”kata dia.

Dalam RUPST tersebut dipaparkan pula berbagai pencapaian KSEI sepanjang tahun 2018, salah satunya peningkatan jumlah investor pasar modal sekitar 44%. Berdasarkan data yang tercatat di KSEI, jumlah investor millennial berusia di bawah 30 tahun semakin mendominasi dengan jumlah 40,14%.

Investor lokal masih mendominasi kepemilikan aset yang tercatat di C-BEST sebesar 56,13% dan 43,87% dimiliki oleh investor asing. Hingga 22 Mei 2019, jumlah investor telah mencapai 1.873.700 Single Investor Identification (SID).

BACA JUGA:   Di Usia ke-24, KSEI Sukses Kembangkan Digitalisasi di Pasar Modal

Penulis: Tomy

Tags: ksei
Previous Post

Ninja Xpress Dukung UKM dan Ekonomi Digital

Next Post

Pertamina Hadirkan Pertamina Siaga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR