Jakarta, TopBusiness— PT PP (Persero), Tbk., salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan pabrik peleburan (Ssamelter) berteknologi rotary kiln electric furnance (RKEF) dengan PT Ceria Nugraha Indotama ( CNI) selaku investor. Fasilitas itu ada di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
“Di sini, sebagai kontraktor, PP optimis selesai dalam 24 bulan,” kata Direktur Operasi 3 PP, Abdul Haris Tatang, dalam keterangan pers yang dipublikasikan di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Dia menjelaskan bahwa, dalam proyek itu, PP bekerja sama dengan partner konsorsium ENFI (BUMN China).
“Dengan keberhasilan kami sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit serta minyak dan gas, maka saat ini kami mulai terjun ke area industri proses pengolahan mineral,” kata Abdul Haris.
PP, CNI, PLN, serta perusahaan lain yang terlibat dalam proses pembangunan smelter tersebut melakukan prosesi ground breaking di lokasi proyek tersebut (15/6/2019).
Acara pemancangan tiang pertama tersebut ditandai dengan penekanan tombol bersama yang dihadiri oleh Direktur Operasi 3 Perseroan PP Abdul Haris Tatang; Direktur Utama CNI Derian Sakmiwata; Menteri PANRB RI Syafruddin; Wakil Menteri ESDM RI Archandra Tahar; Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi; dan Bupati Kolaka Ahmad Safei.
(Adhito)
