Jakarta, TopBusiness – PT PP Properti Tbk (PPRO) bakal segera menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan tahap II di tahun ini sebanyak Rp800 miliar. Hal ini dilakukan perusahaan karena membutuhkan dana besar guna berinvestasi di sektor property.
Surat utang yang disebut Obligasi Brekelanjutan I PP Properti Tahap II Tahun 2019 ini merupakan kelanjutan penerbitan obligasi sebelunya. Secara total anak usaha PT PP Tbk ini melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti dengan target dana yang akan dihimpun mencapai Rp2 triliun.
Sebelumnya, di tahun lalu PPRO telah menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I PP Properti Tahap I tahun 2018 dengan jumlah pokok sebesar Rp665,5 miliar.
“Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentra Efek Indonesia. Tingkat bunga obligasi adalah sebesar 11,15% per tahun berjangka waktu tiga tahun sejak tanggal emisi,” sebut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/2/2019)
Diperkiraan untuk masa penawaran umum (bookbuilding) pada 15-19 Februari 2019, masa penjatahan 20 Februari 2018, waktu distribusi obligasi secara elektronik (tanggal emisi) 22 Februari 2019 dan bakal dicatatkan di BEI pada 25 Februari 2019 nanti. “Untuk penerbitan ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang dari PT Fitch Ratings Indonesai BBB+ (Triple B Plus),” tegasnya.
Nantinya dari dana tersebut akan digunakan seluruhnya, yakni sebanyak 44% sebagai modal kreja persereoan. Kemudian sekitar 22% untuk pembayaran sebagian cicilan investasi tahun sebelumnya dan penggantian kas perseroan yang digunakan untuk pembelian lahan di Pulau Jawa dari pihak ketiga.
Lalu sekitar 10% akan diguankan untuk pembayaran pokok utang perseroan (refinancing). Utang perseroan sendiri terdiri dari PT BRI (Peresero) Tbk sebanyak Rp2,27 miliar, PT BTN (Persero) Tbk sebesar Rp66,92 miliar dan Rp173 miliar, dari PT ICBC Indonesia Rp264 miliar dan dari penerbitan MTN sebesar Rp62 miliar.
“Sedang yang 24% untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Pulau Jawa melalui perseroan atau entitas anak dengan penyertaan modal. Jenis proyek yang dibangun di Pulau Jawa adalah apartemen, office, commercial area, dan hotel,” katanya.
Dari jumlah Rp800 miliar itu terbagi dalam dua bagian dalam hal penjaminannya. Untuk yang ditawarkan sebesar Rp538,3 miliar dijamin secara penuh (full commitment). Sedang yang sebesar Rp261,7 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
“Dan bunga obligasi akan dibayarkan per tiga bulan sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi yang bersangkutan. Pembayaran bunga pertama pada 22 Mei 2019 sedang pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada 22 Februari 2022 nanti,” pungkas keterbukaan tersebut.
Penulis: Tomy
