Jakarta, TopBusiness—Staf Khusus Presiden RI, A. Erani Yustika, mengatakan bahwa ekonomi Indonesia masih berpotensi besar. Akan tetapi saat ini belum di potensi yang sesungguhnya.
“Oleh karena itu, kita perlu mencari sumber utama. Dengan demikian, kapasitas ekonomi bisa lebih bagus,” kata dia di Jakarta (16/7/2019), dalam suatu seminar yang digelar oleh Indef.
Dikatakannya, dengan adanya sumber utama itu, ekspor dan investasi Indonesia akan naik. Begitu pula dengan kesejahteraan masyarakat, dan lain-lain.
Dari sisi “pasokan”, ada problem tidak terpenuhinya beberapa syarat. Dan untuk itu syarat tersebut harus dipenuhi.
Pertama, kata dia, adalah infrastruktur yang bagus dan memadai. Ini penting untuk memastikan bahwa hal yang harus dilakukan bisa terealisasi.
Kedua, aspek regulasi. Regulasi bisa memandu investasi, tetapi kalau kurang memerhatikan kemudahan, yang terjadi bisa sebaliknya. Maka, isu deregulasi menjadi sangat penting.
Ketiga, produktivitas SDM di Indonesia. Hal ini pun terkait dengan kualitas SDM. Maka dalam hal ini, pemerintah Indonesia terus menaikkan investasi bidang manusia, sosial, dan lain-lain sejenis.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sisi “permintaan”, sangat penting diperhatikan. Tanpa ada kekuatan yang baik dari sisi “permintaan”, maka tidak ada serapan.
“Jadi, dalam hal ini, daya beli masyarakat tentu harus diperkuat,” papar Erani lagi.
Struktur ekonomi Indonesia saat ini ada ancaman tertentu, yakni problem ketimpangan. “Sebenarnya, selain pertumbuhan ekonomi, yang penting dijaga kualitasnya adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan lain-lain,” ujar dia lagi.
(Adhito)
