Jakarta, TopBusiness – Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (26/7) akhir pekan, indeks harga saham gabungan jatuh 76,13 poin, atau setara dengan 1,19 persen ke posisi 6.325,237. Indeks komposit Jakarta tersebut tak mampu ke luar dari zona merah.
Investor mencermati peningkatan sentimen no-deal Brexit, dan suku bunga ECB tak berubah, padahal diekspektasikan mengalami pengendoran. Sehingga, sejumlah bursa saham Asia pun anjlok. Semisal, indeks nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo terpeleset 98,40 poin (0,45 persen) ke posisi 21.658,15 dan komposit PSE di Filiphina lebih rendah 88,19 poin (1,07 persen) ke posisi 8.272,18.
Perdagangan di pasar reguler berlangsung normal. Volume transaksi mencapai 17.507.774.342 unit, dengan frekuensi 485.917 kali senilai Rp 7,979 triliun.
Beberapa saham terlihat tertekan, diantaranya, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 225 per unit jadi Rp 7.075, kemudian PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 275 jadi Rp 30.975, dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp 600 jadi Rp 11.900.
Penulis : Agus H
