
Jakarta — Pemerintah Indonesia sudah saatnya membenahi supply side untuk mengurangi tren impor barang yang terus meningkat. Sebab, impor barang disebabkan satu hal yakni adanya permintaan dari dalam negeri. “Kita harus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) agar impor berkurang,” kata Direktur Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI, Imam Pambagyo, di Jakarta kemarin sore.
Imam mengatakan, pekerjaan rumah itu ada banyak. Antara lain soal infrastruktur ekonomi yang sangat kurang. Semisal, Jalur Pantai Utara (Pantura) di Pulau Jawa merupakan urat nadi perekonomian nasional. Tetapi tidak dibangun untuk jangka panjang, misalnya untuk tahan selama 20 sampai 30 tahun. “Setiap tahun, Jalur Pantura harus diperbaiki ulang. Perbaikan selesai menjelang Hari Idul Fitri, lantas kembali jelek,” kata Imam.
Soal lain terkait pasokan energi. Sampai saat ini, Indonesia masih defisit pasokan energi sehingga impor minyak harus dilakukan.
Di Kalimantan Barat, ia mengatakan, malah pasokan listrik sering mati-hidup di waktu tertentu. “Walau padam sebentar lantas hidup lagi, itu kan hal yang sangat mengganggu para produsen. Seperti halnya Jalur Pantura yang kurang mulus. Dengan demikian, bagaimana produsen kita bisa intensif memproduksi barang demi mengurangi impor? Kata Imam. (DHIT)