Jakarta, TopBusiness.id – PT Raksasa Laju Lintang atau yang dikenal dengan brand Ralali.com secara resmi memperkenalkan platform on-demand Big Agent. Ini merupakan komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem digital Ralali.com guna menciptakan konektivitas dan inklusivitas.
Sejauh ini, pengguna Big Agent yang disebut sebagai Sobat Agent sudah sebanyak 300 ribu tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang, dan Palembang. Dan tahun ini, perusahaan akan menggenjot lebih banyak lagi Sobat Agen di dalam negeri.
“Totalnya mereka semua tersebar di 25 provinsi. Dan tahun ini kita targetkan bisa mencapai 1 juta dengan pertumbuhan transaksi mencapai 5 kali lipat,” ungkap Founder dan CEO Ralali.com, Joseph Aditya, di Jakarta, Kamis (29/8/2019).
Ralali.com sendiri memiliki misi untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis khususnya UMKM. Sebagai online B2B marketplace pertama dan terbesar di Indonesia, pihaknya meliha adanya kesempatan berkontribusi menghadirkan inovasi teknologi guna mendukung ekonomi digital. Salah satunya dengan platform BIG Agent itu.
“BIG Agent sudah berpikir lebih jauh, untuk membantu bisnis menjadi lebih mudah dengan memberdayakan dan menghubungkan SDM Indonesia melalui platform. Ini adalah kolaborasi antara SDM (manusia) unggul dengan inovasi teknologi yang berdampak pada pengembangan bisnis yang lebih mudah,” katanya.
“Kami ingin membawa platform ini sebagai wadah sumber daya manusia berbasis freelancer melek teknologi, yang mampu menghubungkan jutaan manusia, sehingga pemerataan akses untuk bisnis pun mudah didapat,” ungkap dia.
Dari 300 ribu Sobat Agent itu, yang menarik adalah bukan hanya mereka yang freelancer atau tidak memiliki Pekerjaan yang bergabung menjadi Sobat Agent, namun juga karyawan, mahasiswa, pelajar bahkan ojek online, dengan dominasi rentang usia antara 21-25 tahun.
“Pelaku bisnis utamanya UMKM seringkali mengalami tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Keterbatasan biaya, keterbatasan waktu, keterbatasan relasi., belum lagi biaya upah SDM yang tidak sebanding dengan kualitas performa,” ulasnya.
Dengan adanya BIG Agent, kata dia, pelaku bisnis bisa memangkas jarak dan waktu, menyebarluaskan bisnis dan produknya kepada sasaran yang tepat dan membayar sesuai dengan performa. “Kehadiran BIG Agent ini membedakan kami dengan e-commerce lainnya, kami mendefinisikan cara baru melakukan bisnis,” tegas Joseph.
Berdasarkan data Ralali.com, terdapat ratusan ribu pekerjaan yang ada pada platform BIG Agent, termasuk korporasi besar antara lain Unilever Food Solutions dan Sasa. Ada tiga layanan pekerjaan yang diberikan BIG Agent bagi pelaku bisnis, yakni survei pasar (14.29%), promosi (74,52%) dan akuisisi (4,25%).
Langkah Ralali.com ini sejalan dengan target pemerintah sebagai Negara Ekonomi Digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Guna merealisasikannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian/lembaga terkait mengembangkan E-commerce Roadmap dan berkolaborasi menyiapkan ekosistem lebih baik untuk kemajuan industri e-commerce lokal.
Presiden Republik lndonesia, Joko Widodo, beberapa waktu lalu menekankan bahwasanya hal ini akan lebih cepat terwujud dengan adanya dorongan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sejalan dengan nawacita “SDM Unggul, lndonesia Maju.”
Jika membahas kualitas SDM di Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 proporsi penduduk yang umurnya 15 tahun ke atas yang punya ijazah tinggi hanya 8,8%, SMA hanya 26,4%, SMP 21,2%, SD paling banyak yakni 43,7%.
Human Capital Index yang dikeluarkan World Bank tahun 2018 menunjukkan peringkat Indonesia yang masih rendah dengan skornya hanya 0,53. Fakta ini menunjukkan kualitas SDM yang dimiliki bangsa ini ternyata masih rendah, sedangkan dunia kini menghadapi era disrupsi 4.0 yang mempersyaratkan SDM unggul.
Di sisi lain, permasalahan yang dialami oleh pelaku bisnis bukan saja dari sisi ketenagakerjaan, termasuk kesulitan memasarkan produk sampai dengan permodalan bisnis.
Tomy
