Jakarta, TopBusiness – Akibat kekhawatiran kemungkinan kekurangan pasokan, harga minyak mentah dunia berakhir terangkat.
Pelaku pasar tampaknya tetap mencermati potensi kekurangan pasokan seiring rendahnya kapasitas cadaangan global, meski Pemerintah Arab Saudi meyakinkan pasokan minyak akan pulih di akhir September.
Serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi menghilangkan sebanyak 5,7 juta barel produksi setiap hari. Jumlah tersebut berarti berkontribusi lebih dari setengah dari total produksi.
Akibatnya, di London ICE Futures Exchange jenis minyak brent untuk pengiriman November positif USD 0,8 ke level USD 64,4 per barel. Sementara di New York Mercantile Exchange untuk west texas intermediate untuk pengiriman Oktober bertambah USD 0,02 menjadi USD 58,13 per barel.
Penulis : Agus H
