TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kondisi Global tak Untungkan Rupiah

Nurdian Akhmad
24 September 2019 | 10:14
rubrik: Ekonomi
Dolar AS Menguat Tipis Terhadap Mata Uang Utama

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan alami pelemahan seperti awal pekan kemarin. Hal ini lebih dipicu oleh sentiment global yang masih tak menguntungkan laju mata uang NKRI itu.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah sejatinya dibuka menguat tipis 5 poin atau 0,04% di level Rp14.080 per USD dari penutupan kemarin di posisi Rp14.085 per USD. Namun dalam 1,5 jam pertama laju rupiah kembali melemah yakni berbalik ke tangga Rp14.094 atau terdepresiasi 9 poin atau 0,06%.

Menurut ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kondisi terbaru antara AS dan China menimbulkan ketidakpastian baru. Hal itu telah memicu meningkatnya permintaan asset safe haven, seperti USD. “Sehingga aset berisiko seperti rupiah pun ditinggalkan yang membuat kembali rupiah memerah,” tutur dia di Jakarta, Selasa (14/9/2019).

Sebelumnya, pasar kembali gaduh gara-garanya dipicu oleh situasi perang dagang saat ini. Pasalnya, delegasi China itu telah membatalkan kunjungan ke wilayah pertanian AS terkait negosiasi perang dagang itu.

Sehingga, rupiah pun didominasi oleh faktor eksternal, terutama dari situasi perang dagang tersebut. Ditambah lagi, katalis negatif juga datang dari memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah.

Josua memperkirakan rupiah masih akan mengalami pelemahan hari ini. Apalagi dari dalam negeri juga, potensi berlanjutnya demonstrasi yang berhubungan dengan beberapa revisi undang-undang bisa menambah sentimen negatif.

Pada Senin (23/9) kemarin, mata uang Merah Putih itu berakhir melemah 0,21% ke level Rp 14.085 per dolar AS. Dan hari ini, Josua memproyeksi rupiah akan melemah terbatas dengan kisaran pergerakan Rp 14.025–Rp 14.150 per USD.

Penulis: Tomy

BACA JUGA:   Perdagangan Ditutup, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat
Tags: dolar ASkursrupiah
Previous Post

Selasa, IHSG Turun 0,28 Persen

Next Post

Indonesia Punya Modal Kuat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR