Jakarta, TopBusiness – Kesiapan Indonesia menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara ditandai dengan dihadirkannya peta jalan Making Indonesia 4.0, yang diperuntukkan modernisasi sektor manufaktur.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Jumat (4/10), dalam laman kemenperin.go.id, menyatakan ekonomi Indonesia yang terbesar di Asean, dan pada tahun 2030 ditargetkan bisa naik ke peringkat 10 besar ekonomi dunia. “Ini merupakan aspirasi besar yang ada dalam Making Indonesia 4.0,” kata Menperin.
Berdasarkan peta jalan tersebut, pada tahap awal implementasi industri 4.0, Indonesia akan lebih fokus mengembangkan lima sektor andalannya, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika. Kelima sektor itu yang dipilih karena mampu memberikan kontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.
Penerapan industri 4.0 dinilai memberikan efek ganda bagi Indonesia melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 1-2 persen dari baseline 5 persen, peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional hingga 25 persen, peningkatan ekspor bersih hingga 10 persen, serta peningkatan biaya penelitian dan pengembangan sekitar 2 persen dari PDB.
Penulis: Agus H
