Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada hari ini diproyeksi kembali melemah. Namun begitu, hal itu dianggap sementara, pasalnya tren USD juga tengah terkoreksi.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.177 per USD atau melemah 11 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp14.166 per USD. Dalam sejam pertama, mata uang NKRI itu masih di zona merah di Rp14.188 per USD atau menurun 0,16%.
Menurut analis pasar uang dari Vibiz Research Center, Alfred Pakasi, seperti pada pergerakan kemarin, terlihat di pasar nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi. Namun begitu, posisi USD sendiri di pasar Asia mengalami koreksi teknikal, setelah rebound di sesi global sebelumnya.
“Jadi melemahnya rupiah itu terjadi hanya sementara, pasalnya dollar AS juga tampak agak terkoreksi di pasar uang Asia setelah menguat di tengah ketidakjelasan pada pembicaraan dagang antara AS-China itu,” tutur Alfred di Jakarta, Rabu (16/10/2019).
Sebelumnya, kata dia, indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pada perdagangan kemarin memang masih di zona merah ke level 98,42, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,45.
Namun begitu, menurut analis Vibiz Research Center, posisi dollar AS terhadap rupiah hari ini diproyeksi terapresiasi kembali, meski level USD di pasar Asia dalam koreksi teknikal. “Untuk itu, posisi rupiah terhadap dollar AS dalam seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 14.055 per USD hingga Rp 14.185 per USD,” pungkas dia.
Tomy
