TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Toyota Kuasai Aktivitas Ekspor-Impor di IPCC

Busthomi
21 October 2019 | 14:13
rubrik: Business Info
Aktivitas Bongkar Muat Alat Berat IPCC Masih Lesu

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Anak usaha PT Pelindo II (Persero), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) masih menunjukkan kinerja positif di tengah kondisi global belum sepenuhnya membaik. Hal ini dilihat dari aktivitas ekspor-impor di dermaga IPCC tersebut.

Hal ini tercatat dari aktivitas ekspor CBU (completely build up) yang masih menguat, di mana salah satunya ditopang oleh ekspor kendaraan CBU bermerek Toyota yang terus bertumbuh.

Menurut Investor Relation IPCC, Reza Priyambada secara akumulasi (Januari hingga September) pada aktivitas bongkar muat kendaraan CBU di terminal Internasional mengalami pertumbuhan dua digit, yaitu 16,53 persen menjadi 294.306 unit dari sebelumnya 252.549 unit di periode yang sama.

Sementara untuk aktivitas impor mengalami penurunan sebanyak 14,26 persen dengan jumlah 58.585 unit dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar 68.326 unit.

“Dan untuk ekspor CBU terus bertumbuh atau naik dua digit menjadi 27,95 persen dengan jumlah akumulasi di 2019 sebesar 235.721 unit dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 sebesar 184.223 unit,” tutur dia di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Dari jumlah ekspor CBU sepanjang sembilan bulan di tahun 2019 itu, kata dia, ternyata ekspor kendaraan Toyota berjumlah 147.806 unit atau memiliki pangsa pasar 62,70 persen.

“Jumlah tersebut mengalami kenaikan 5,47 persen bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 140.142 unit. Atau terbanyak dibanding lainnya,” katanya.

Adapun jenis kendaraan yang diekspor Toyota dari Indonesia yang masuk dalam tiga besar ekspor ialah model Fortuner, Rush, dan Avanza dengan porsi masing-masing 25,25 persen; 24,76 persen, dan 15,11 persen.

Selain Toyota, beberapa para Automaker lainnya yang turut melakukan ekspor antara lain Mitsubishi (43.168 unit), Suzuki (26.736), Daihatsu (11.447), Honda (5.431), dan Chevrolet (800).

BACA JUGA:   Pagu Anggaran Kementerian PU Tahun 2026 Resmi Ditetapkan Sebesar Rp118,5 Triliun

Untuk ekspor Mitsubishi masih berasal dari model Expander dengan porsi ekspor sebesar 18 persen. “Ini menarik karena mampu mengalami peningkatan lebih dari 200 persen bila dibandingkan dengan jumlah ekspor pada periode yang sama di tahun sebelumnya,” tegas Reza.

Selanjutnya, dia menegaskan, Filipina masih menjadi tujuan utama ekspor CBU dari Indonesia dengan pangsa pasar 30 persen dari total ekspor CBU yang melalui IPCC itu. Diikuti Vietnam (15 persen); Arab Saudi (10,60 persen); Thailand (10,49 persen); Meksiko (4,81 persen); dan lainnya.

Filipina sendiri banyak dikirim produk Toyota dengan model Fortuner berjumlah 16.426 unit, diikuti Wigo (alias Agya/Ayla, versi Indonesia) sebanyak 14.114 unit; Rush 12.880 unit; dan lainnya.

Untuk Vietnam, kata dia, banyak dikirim kendaraan jenis Mitsubishi dari Indonesia dengan model Expander berjumlah 15.304 unit. Selanjutnya, Toyota 13.675 unit yang terdiri dari model Fortuner 5.829 unit; Wigo 5.371 unit; dan lainnya.

Penulis: Tomy

Tags: iktIPCC
Previous Post

Saham DMMX Naik 14,78 Persen di Transaksi Perdana

Next Post

Soal Revisi PP Transaksi Elektronik, Pelaku IT Minta Pemerintah Konsisten

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR