TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pacu Likuiditas, Unilever Rencanakan Stock Split

Nurdian Akhmad
23 October 2019 | 12:55
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Emiten consumer papan atas, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merencanakan untuk melakukan aksi guna meningkatkan likuiditas saham perseroan melalui langkah stock split. Rencananya, rasio pemecahan saham itu sebesar 1:5.

Untuk itu, perseroan pun bakal membawa agenda ini ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan para pemegang saham. RUPS sendiri ditargetkan bisa digelar pada 20 November 2019 nanti.

“Stock split ini dilakukan dalam rangka meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan juga untuk mendukung pertumbuhan Bursa Efek Indonesia (BEI),” tutur pihak manajemen UNVR, seperti dikutip dari keterbukaan BEI, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dengan kebijakan tersebut, kata dia, maka harga saham perseroan pun bakal lebih terjangkau oleh semua investor. Pasalnya, nilai sahamnya akan lebih kecil lagi.

Berdasarkan pengumuman perseroan tersebut, ada dua agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB nanti. Selain persetujuan atas rencana perubahan nilai nominal saham perseroan (stock split), serta perubahan pasal 4 anggaran dasar perseroan sebagai akibat dari stock split tersebut, juga aka nada agenda persetujuan atas rencana perubahan susunan direksi perseroan.

Rencananya, dalam aksi stock split itu Unilever akan melakukan perubahan nilai nominal saham perseroan dari semula Rp10 menjadi Rp2 per saham. Sehingga dengan asumsi stock split dilaksanakan dengan harga saham UNVR pada perdagangan Selasa (22/10/2019) pukul 10.48 WIB sebesar Rp43.925, maka harga saham bakal lebih terjangkau di level Rp8.785 per saham.

Sekadar informasi, kinerja perseroan saat ini tengah mengalami penurunan. Meski dari sisi penjualan hingga kuartal III-2019 masih bertumbuh 2,63 persen, namun justru raihan laba bersih perseroan malah anjlok 24,37 persen secara year on year (yoy).

BACA JUGA:   Saham Merdeka Copper Jadi 21 Miliar Lembar

Tercatat, penjualan bersih perseroan sebesar Rp32,36 triliun atau naik 2,63 persen dibandingkan dengan penjualan hingga kuartal III-2018 sebesar Rp31,53 triliun. Hal ini disokong segmen home and personal care yang tumbuh 4,46 persen secara tahunan. Penjualan di segmen itu mencapai Rp22,35 triliun atau berkontribusi 69,05 persen terhadap total penjualan. Adapun segmen foods and refreshement turun 1,23 persen menjadi Rp10,02 triliun. Segmen ini berkontribusi 30,95 persen terhadap total penjualan.

Kemudian laba bersih perseroan senilai Rp5,51 triliun hingga kuartal III-2019. Sayangnya, perolehan laba pada periode itu turun 24,37% dibandingkan dengan laba di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,29 triliun.

Penulis: Tomy

Tags: stock splitunilever
Previous Post

Lagi, BEI Suspensi Saham SLIS

Next Post

Kabinet Baru Diumumkan, IHSG Melempem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR