Jakarta,TopBusiness—Kolaborasi penelitian internasional merupakan kerja sama yang sangat penting. Eropa, Indonesia dan Asean, perlu bekerja sama untuk mengembangkan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan global.
“Tantangan itu seperti perubahan iklim, keamanan pangan, energi dan penyakit menular,” tutur Charles-Michel Geurts, Wakil Ketua Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, dalam seminar Hari Riset Eropa 2019 yang digelar di Surabaya.
Geurts, dalam keterangan tertulis yang diterima Majalah TopBusiness semalam, mengatakan bahwa ribuan mahasiswa dan peneliti dari Indonesia dan Asean, telah mendapat manfaat belajar di lembaga pendidikan tinggi. Dan memeroleh beasiswa riset di Eropa, melalui program-program seperti Erasmus plus, Horizon 2020, dan skema pendanaan bilateral lainnya.
Uni Eropa dan negara-negara Anggotanya menyelenggarakan tersebut, kemarin. Sekitar 200 peneliti dari seluruh Indonesia hadir dalam acara ini untuk mendapatkan berbagai informasi peluang pendanaan terkait penelitian di Eropa dan beasiswa yang tersedia bagi mereka.
Kegiatan yang difasilitasi oleh EURAXESS ASEAN ini bertujuan agar para peneliti Indonesia terdorong untuk menghasilkan penelitian yang berstandar internasional, serta berkontribusi bagi ilmu pengetahuan di tanah air dan hasil penelitiannya dapat diterapkan.
Dijelaskan pula bahwa Uni Eropa telah lama mempromosikan kerja sama internasional dalam kegiatan riset, menuju masyarakat dan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.
(Adhito)
