TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BJB Catatkan Aset di Kuartal III Capai Rp123,6 Triliun

Nurdian Akhmad
31 October 2019 | 04:35
rubrik: Business Info
BJB Catatkan Aset di Kuartal III Capai Rp123,6 Triliun
Jakarta, TopBusiness – PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) masih mempertahankan catatan positif dalam portofolio bisnisnya memasuki triwulan III-2019 ini.
Performa positif ini salah satunya tercermin dari jumlah total aset yang menembus Rp123,6 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 8,3% year on year (yoy). Pencapaian ini menunjukkan kondisi internal perusahaan yang sehat dan bersaing.
Capaian positif juga terjadi di segmen kredit. Sepanjang sembilan bulan pertama itu, kredit BJB tumbuh 9,8% yoy dengan nilai total Rp81,5 triliun.
“Catatan ini lebih baik dibandingkan posisi triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,2% yoy. Jumlah pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 8,68% per Agustus 2019,” Direktur Utama BJBR, Yuddy Renaldi dalam Analyst Meeting perseroan di Jakarta, Rabu (30/9/2019).
Selain kredit, laju Dana Pihak Ketiga (DPK) juga bertumbuh 10% yoy. Angka ini lebih baik jika dibandingkan posisi triwulan sebelumnya sebesar 7,4% yoy.  Posisi DPK BJB pada Triwulan III tahun 2019 ini mencapai Rp98,4 triliun.
“Pertumbuhan DPK ini didorong dari pertumbuhan dana murah yaitu giro sebesar 10,9% yoy dan tabungan sebesar 6,9% yoy. Pertumbuhan DPK ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 7,62% per Agustus 2019,” tegasnya.
Ke depan, perseroan juga akan fokus dalam peningkatan fee based income. Apalagi di triwulan III itu meraih Rp249 milliar atau lebih tinggi 13.70% secara quartalan (qtq). “Pertumbuhan ini merupakan tertinggi sepanjang 2019,” kata dia.
Untuk Pre Provisioning Operating Profit (PPOP) pada kuartal ketiga ini pun kembali tumbuh dimana PPOP secara kuartalan tumbuh Rp613 milliar dari sebelumnya Rp580 milliar (qtq).
“Hal itu didorong dengan program efisiensi yang menekan biaya operasional, sehingga dapat turun -1.3% secara yoy. Dengan begitu laba bersih perseroan mencapai Rp1,1 trilliun  pada triwulan ketiga 2019 ini,” kata dia.
Yuddy mengatakan tren pertumbuhan yang dicatatkan BJB ini tidak bisa dilepaskan dari strategi ekspansi yang sesuai dengan visi perseroan dalam menghasilkan pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan.
Kurva pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan ini tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb di mana rasio NPL dapat dijaga pada level 1,75% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan sebesar 2,60%.
“Pertumbuhan yang diperoleh bank bjb kami jaga agar selalu berkualitas. Di sisi lain, kami juga mempertahankan kualitas pelayanan agar tetap prima sembari terus melakukan perbaikan-perbaikan dari segi infrastruktur teknologi maupun pelayanan guna merespons perkembangan zaman dan kebutuhan nasabah,” jelasnya.
Yuddy menuturkan berbagai terobosan juga terus dilakukan perseroan, khususnya dalam memberikan pengalaman yang lebih mudah dan cepat dalam bertransaksi. Perbaikan fasilitas pada layanan bjb Digi terus dilakukan.
Selain itu, perseroan juga senantiasa mendorong agar pemerintah daerah mewujudkan gagasan konsep smart city melalui berbagai kerja sama elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain perluasan penggunaan aplikasi SP2D Online dan pengembangan layanan penerimaan bagi pemerintah daerah seperti pajak, retribusi dan lain-lain.
Selain itu, lanjut dia, momentum penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia saat ini juga mencerminkan prakiraan inflasi yang terkendali serta kondisi likuiditas yang melonggar, sehingga akan membantu perbankan dalam penghematan biaya dana.
“Berbagai peningkatan kualitas layanan BJB kami harapkan dapat memberikan pengalaman bagi nasabah dan mitra yang kemudian akan mendorong pertumbuhan bisnis. Peningkatan layanan diharapkan menjadi fondasi perseroan untuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia,” tutup Yuddy.
Tomy
BACA JUGA:   Laba Bank bjb Triwulan II Naik 14,4 Persen
Tags: Bank BJB
Previous Post

IHSG Bertolak Belakang dengan Bursa Regional

Next Post

Biayai Fintech, Adiwisista Terbitkan Surat Berharga Rp500 M

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR