Jakarta, TopBusiness – Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mendorong pengembangan kawasan terpadu bagi wisatawan mancanegara. Untuk itu, kemarin, Menteri Erick Thohir mengunjungi Pelabuhan Benoa yang dikelola oleh PT Pelindo III (Persero). Dalam kunjungannya, Menteri didampingi Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Kunjungan lapangan ini dalam rangka pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa menjadi kawasan terpadu bagi para turis dunia yang menyambangi Pulau Dewata melalui jalur laut dengan menggunakan kapal pesiar, Cruisine. Para turis dunia yang mengunakan transportasi laut ini dengan kelas kapal pesiar premium maupun kelas biasa dengan berbagai kelas.
“Pelabuhan Benoa harus bisa menjadi one stop area yang dilengkapi dengan pusat kesenian, wisata kuliner dan pusat perdagangan UMKM”, tegas Erick.
Dengan demikian, lanjut Erick, bagi turis yang datang, bila waktu singgahnya hanya sebentar, mereka tetap bisa belanja dan menikmati kuliner Bali. “Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan Pengusaha Daerah dan UMKM di Bali”, jelas Erick .
Berdasarkan data Pelindo III sebagai pengelola pelabuhan Benoa. Tahun 2019 ini telah merapat 26 unit kapal pesiar dari seluruh dunia dengan jumlah wisatawan kapal pesiar sebanyak 24.418 orang.
Usai mengelilingi terminal internasional, Menteri BUMN, Gubernur I Wayan Koster dan jajaran direksi Pelindo III mengadakan rapat koordinasi singkat.
Pelindo diharapkan dapat menciptakan nilai tambah untuk masyarakat, misalnya, dengan menjadikan tempat datang kapal pesiar sebagai tempat pertunjukan budaya lokal dan wisata fotografi sehingga semua yang dibuat ini bisa dioptimalkan dan tepat sasaran.
Menteri BUMN minta Pelindo untuk melakukan survei guna mengetahui dukungan apa yang dibutuhkan oleh para wisatawan yang datang, berapa jumlah wisatawan yang menunggu di Benoa dan berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke pusat-pusat wisata lainnya.
Menurut Erick, data yang lengkap menjadi landasan penting dalam membangun sesuatu. “Saya minta agar Zona Hutan Kota yang sedang dibuat dapat dipercepat. Jadi wisatawan juga bisa menikmati ekowisata. Kita perlu lakukan Rapat Koordinasi Pelindo Benoa di akhir Januari 2020 sekaligus dengan Kadin Daerah, BUMD, Pertamina, PLN, ITDC, Dirjen Imigrasi, Kementerian Perhubungan, Dirjen Bea Cukai dan stakeholder lainnya”, tegas Erick.
Albarsyah


