
Jakarta, businessnews.id — Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean 2015 (MEA), perlu pembenahan korporasi Indonesia agar dapat berdaya saing. Sebab, hanya 15 persen perusahaan berasal dari Indonesia masuk 100 perusahaan papan atas di Asean. Hal itu dilansir dalam hasil penelitian lembaga pemeringkat efek Standard and Poors tahun 2014.
Menurut Managing Director Analytical Rating Asia Pasific, Standard and Poors Rating Services, Michael Seewald, Indonesia hanya unggul dari Vietnam dalam jumlah hal 100 perusahaan papan atas itu. “Yang lebih banyak adalah dari Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura,” kata dia di Jakarta (9/10/2014).
Dari 100 perusahaan itu, Malaysia menduduki peringkat atas dengan 24 persen, kemudian di ikuti oleh Singapura 22 persen, berikutnya Thailand 20 persen, Filipina 17 persen, Indonesia 15 persen, dan Vietnam 2 persen.
Sementara dari sektor usaha, dari 100 perusahaan itu, didominasi sektor telekomunikasi sebesar 14 persen; sektor energi, minyak dan gas (migas), marketing, dan produk kimia sebesar 9 persen; ritel, restoran, dan kesehatan sebesar 7 persen; agribisnis dan komoditi perdagangan 7 persen; utilities 7 persen; transportasi 6 persen; produk konsumer 6 persen; alat berat dan service ladang ladang minyak 5 persen; infrastruktur 4 persen; bahan bangunan 2 persen; sisanya dari beragam sektor industri sebesar 19 persen.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito