Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar komoditas mengkhawatirkan soal penurunan permintaan minyak mentah, seiring belum ada kemajuan kesepakatan dagang antara Amerika dan China. Apalagi, tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu semakin nyata. Sehingga, harga minyak kembali terkoreksi.
Kesepakatan dagang antara Beijing dan Washington DC belum menemui titik temu. Padahal, Beijing sendiri berharap kesepakatan bisa tercipta sesegera mungkin.
Sementara, OPEC plus tetap berkomitmen untuk membatasi produksi, menyusul menjaga keseimbangan pasokan emas hitam tersebut. OPEC plus setuju untuk pemotongan produksi dari 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,7.
Akhirnya, harga minyak berjangka jenis West Texas Intermediate New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Januari 2020 turun USD 18 sen atau 0,24 persen menjadi menetap pada 59,02 dolar AS per barel.
Penulis: Agus H
