TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Menperin Serahkan Bantuan ke Usaha Kecil Korban Banjir

Achmad Adhito
10 January 2020 | 10:17
rubrik: Ekonomi
Menperin Serahkan Bantuan ke Usaha Kecil Korban Banjir

Jakarta, TopBusiness—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan bantuan mesin dan peralatan kepada para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang terkena dampak banjir di Jakarta dan Tangerang. Upaya strategis ini diharapkan agar IKM tersebut dapat terus berproduksi sehingga nantinya memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Dengan beroperasinya kembali usaha dari para pelaku IKM ini, tentunya sejalan dengan tekad pemerintah yang senantiasa ingin mendorong tumbuh kembangnya sektor IKM. Sebab, selama ini sektor IKM telah menjadi tulang punggung perekonomian kita,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mengunjungi sentra IKM tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, seperti ditulis dalam keterangan pers hari ini.

Di sentra IKM tahu dan tempe tersebut, Menperin Agus didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, bersama anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin, menyerahkan secara simbolis sarana produksi.

Bantuan yang diberikan berupa pompa dorong 1 pk (20 unit), pompa jet pump 3 pk (2 unit), dinamo mesin giling (4 unit), dan blower (10 unit).

“Jadi, kami menerima laporan, bahwa di Semanan ini ada 1.000 rumah produksi tempe yang meliputi 1.217 pengrajin dan sekitar 17 IKM yang memproduksi tahu. Ini menjadi salah satu sentra IKM di Jabodetabek yang mengalami kebanjiran. Rata-rata peralatan produksi mereka terendam banjir seperti dinamo, pompa air, hingga dapur umum,” ungkap Menteri Agus.

Adapun estimasi nilai kerugian mereka sebesar Rp30 juta per IKM tahu, kemudian ditambah Rp3 juta per IKM tahu karena bahan baku musnah. Sedangkan, untuk IKM tempe, nilai kerugiannya diproyeksi mencapai Rp1 miliar dari potensi 100 ton tempe yang diproduksi. Bahkan apabila diakumulasikan dengan kerugian lainnya bisa lebih dari Rp5,1 miliar.

BACA JUGA:   Meningkat 35%, Whoosh Angkut 92 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang

“Mereka mengalami kerugian akibat padamnya listrik sehingga kedelai yang siap produksi gagal diolah. Selain itu, tahu dan tempe yang telah siap dipasarkan, tidak bisa dikirim karena akses distribusi terkena banjir,” sebut Gati.

Gati berharap, upaya yang dilakukan Kemenperin ini mampu membangkitkan kembali semangat dan aktivitas usaha mereka pascabanjir.

Sumber Foto: Kemenperin

Tags: banjir jakartakemenperinukm
Previous Post

Biaya Cost Recovery 2019 Lebih Rendah

Next Post

Selesai, Fasilitas Pendukung Pos Perbatasan Jayapura

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR