Jakarta,TopBusiness—Fundamen pasar properti di Indonesia saat ini masih kuat. Hal itu disebabkan adanya prospeknya ekonomi yang juga sama kuatnya. Demikian dikatakannya konsultan dari Savills Indonesia. Anton Sitorus. Di Jakarta hari ini.
Tipe demografi Indonesia pun mendukung perkembangan pasar properti. Dalam hal ini, warga Indonesia membutuhkan banyak dan berbagai produk. “Termasuk di situ adalah produk properti,” kata dia.
Ekonomi RI termasuk yang terbesar di Asean. Kini dari tingkat pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) di kisaran 5%, perekonomian RI tidaklah kecil. Nilai PDB RI pun terbilang besar. “Dengan pertumbuhan PDB 5%-an, itu sebenarnya tidak kecil. Thailand itu kan belakangan hanya tumbuh 3% sampai 4% untuk PDB mereka.”
Ditambahkannya, pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan, memberi angin segar bagi perekonomian Indonesia. Investor asing, dalam pemindahan itu, melihat ada sesuatu yang ekstra. Dan berbagai investor asing termasuk yang dari Dubai, sudah diajak berinvestasi di ibu kota baru RI.
“Dengan semua hal itu, pasar properti dan fundamennya sejatinya masih kuat. Walau, memang didistorsi oleh pembentukan-pembentukan persepsi, termasuk dari luar,” kata dia.
Foto Konstruksi Properti di Jakarta (Rendy MR/TopBusiness)
