Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (BJBR) kembali mencari pendanaan dari pasar modal untuk memperkuat permodalan. Perseroan bakal menghimpun dana dari Penawaran Umum Berkelanjutan II (PUB II) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II di Tahun 2020 dengan nominal Rp1 triliun.
Penghimpunan dana dari pasar modal tersebut akan dilakukan dalam dua tahap dengan masing-masing mengincar dana Rp500 miliar. Dan untuk PUB II Tahap I tahun 2020 ini dilakukan pada triwulan I-2020, dengan melalui dua seri penawaran, yaitu seri A (5 tahun) dan seri B (7 tahun).
Untuk Seri A tenor 5 tahun dengan kupon 8,5%-9,5%. Seri B tenor 7 tahun dengan kupon 9,25%-10,25%. Hal ini seperti disampaikan Direktur Utama BJBR, Yuddy Renaldi di Jakarta, seperti dikutip Kamis (30/1/2020).
Menurut Yuddy,penerbitan obligasi subordinasi dilakukan sebagai upaya perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
“Dana hasil PUB obligasi subordinasi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap dalam rangka ekspansi kredit serta peningkatan komposisi struktur perhimpunan dana jangka panjang,” katanya.
Berdasarkan data prospektus, masa penawaran awal akan dilakukan pada 29 Januari 2020-12 Februari 2020, sedangkan tanggal penjatahan dan distribusi obligasi subordinasi secara elektronik akan dilakukan 5 Maret 2020, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 6 Maret 2020.
Sedangkan sisa emisi obligasi subordinasi Rp500 miliar rencananya akan diterbitkan di tahap kedua pada semester II-2020. Dan perseroan optimis target dana bisa tercapai.
Apalagi rating perseroan yang memiliki predikat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) membuat Bank BJBsemakin percaya diri.
Dalam pelaksanaan aksi korporasi ini, BJ R menunjuk empat perusahaan penjamin pelaksana emisi yakni Mandiri Sekuritas, CIMB Sekuritas Indonesia, RHB Sekuritas Indonesia dan Trimegah Sekuritas Indonesia. Selain itu, Bank Mega, Tbk. ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam penerbitan instrumen tersebut.
Perseroan sendiri telah memproyeksikan penyaluran kredit tumbuh 10-11% pada 2020 dan akan membawa perbaikan kinerja secara keseluruhan didukung dengan manajemen risiko yang senantiasa terjaga baik.
