Jakarta, TopBusiness – Pemain fintech terkemuka di Indonesia, Kredivo menargetkan penyaluran pinjaman tunai tahun 2020 ini Rp 4 triliun. Untuk mencapai target tersebut, Kredivo akan mempeluas cakupan layanan pinjaman antara lain untuk dana pendidikan, kesehatan dan pinjaman syariah.
“Tahun 2020 ini, kami semakin siap dan optimis untuk mempercepat laju pertumbuhan bisnis hingga 2 kali lipat yang mana 30 persen di antaranya merupakan pinjaman produktif. ztentunya itu semua dengan tetap mengutamakan user experience yang baik serta keamanan data pengguna,” ujar CEO Kredivo Indonesia, Alie Tan kepada media seperti dikutip, Selasa (18/2/2020).
Jumlah pinjaman dalam kategori produk pinjaman tunai Kredivo selama 2019 naik 100 persen dibandingkan 2018. Jumlah pengguna aktif juga mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 50 persen y.o.y.
Alie menjelaskan, penawaran jenis pinjaman tunai berjangka pendek menjadi yang paling diminati oleh pengguna, mengingat bunga yang terjangkau serta proses verifikasi yang mudah, cepat, dan aman.
Lebih lanjut, profil pengguna Kredivo Indonesia pada 2019 juga masih didominasi oleh 86 persen kalangan milenial di rentang umur 18-35 tahun.
“Milenial tetap menjadi salah satu target pasar utama kami dan kedepannya kami juga akan terus aktif menggalakkan berbagai inisiatif guna mendukung terciptanya generasi milenial Indonesia yang melek keuangan,” tutur Alie.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan, penyaluran pinjaman oleh fintech lending akan tumbuh 50 persen secara tahunan (y.o.y) pada 2020. Itu karena Indonesia mulai menghadapi fase bonus demografi pada tahun ini, dengan populasi milenial mencapai sepertiga atau 34 persen dari total populasi, dengan basis pengguna fintech lending saat ini yang masih didominasi milenial.
