Jakarta, TopBusiness – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III terus-menerus menumbuhkembangkan sikap kesadaran masyarakat dan lingkungan sekitar melalui program kepedulian sosial perusahaan atau CSR yang akuntabel. Hal tersebut dimaksudkan guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri dan keberlangsungan bisnis.
“Nah lingkungan yang kita butuhkan adalah lingkungan yang aware dengan kita, yang peduli bagi kepentingan aset negara. Action-nya adalah merasa bangga bahwa hasil PTPN III bisa mereka manfaatkan dan terima,” kata SEVP Keuangan dan Umum, Suhendri dalam sesi presentasi penjurian TOP CSR Awards 2020, di Mercantile Athletic Club-World Trade Centre 1, Jakarta, Kamis.
Menurutnya, program CSR yang merupakan bentuk kepedulian perseroan terhadap masyarakat dengan didukung pemangku kepentingan akan membuahkan hasil baik, sebab dilakukan secara akuntabel. “PTPN III awareness terhadap lingkungan sehingga dengan PKBL yang baik, dengan stakeholders yang pas. Dengan hubungan komunikasi ini, kita dalam suatu transaksi yang terdokumentasi dengan akuntabel, dan kemudian benefit-nya kelihatan di mereka. Ujungnya benefit-nya kelihatan di kita,” paparnya.
CSR merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah hanya untuk memastikan masyarakat yang adil dan menganggap bahwa CSR akan membantu pencapaian tujuan pembangunan nasional. Dengan kata lain, kebijakan diperlukan untuk peduli kepada masyarakat dan lingkungan yang diselaraskan dengan pertumbuhan ekonomi.
Dalam melakukan peran yang strategis tersebut diharapkan pemerintah mampu membangun kelembagaan yang melibatkan banyak pihak terhadap upaya peningkatan kualitas CSR.
Dikatakan dia, strategi melalui program CSR merupakan sebuah konsep atau strategi yang digunakan suatu perusahaan agar bisnisnya bisa tetap tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan masyarakat.
“Program CSR diselenggarakan oleh para pengusaha sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sekitar, sehingga tidak jarang kegiatan tersebut menjadi salah satu ajang untuk memberikan kontribusi tersendiri bagi lingkungan sosial atau masyarakat sekitar dimana perusahaan tersebut berada,” jelasnya.
Perseroan sendiri hingga saat ini memiliki 12 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas olah sebesar 585 ton TBS per jam tujuh pabrik karet dengan kapasitas olah sebesar 167,8 ton KK per hari. Produk utamanya antara lain, minyak sawit (CPO), inti sawit (kernel) dan karet. Dan memiliki luas kebun sebanyak 184.497,92 hektar.
Fotographer: Rendy MR
