
Jakarta, businessnews.id — Terbatasnya informasi dan produk peta infrastruktur yang komprehensif, mendorong Knight Frank Indonesia menjadi yang pertama merilis Jakarta Infrastructure Map hari ini di Jakarta. Peta infrastruktur ini menampilkan peta jaringan infrastruktur baik yang sudah ada maupun rencana yang terdiri dari jaringan jalan tol, sistem angkutan umum, jalur kereta api, lokasi bandar udara (bandar), dan pelabuhan.
“Selain itu, peta ini juga menampilkan lokasi proyek properti ternama pada sektor hotel, mal, rumah sakit, sekolah internasional, kawasan industri, dan kawasan perumahan yang terdapat di Jakarta dan sekitarnya,” kata Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip.
Dia mengatakan, jaringan infrastruktur merupakan aspek utama dalam setiap proyek pengembangan kawasan maupun sektor properti tertentu, karena mampu memberikan nilai tambah serta menciptakan tren pengembangan tersendiri.
Beberapa proyek infrastruktur yang perlu disoroti terkait dampaknya terhadap pertumbuhan berbagai sektor properti di Jakarta dan sekitarnya antara lain, pertama, pengembangan dan revitalisasi 24 pelabuhan. Itu terdiri dari 13 pelabuhan barang dan 11 pelabuhan penumpang, untuk mendukung program tol laut.
Kedua, pengembangan jaringan jalan tol yang menghubungkan Bogor, Sukabumi, dan Bandung, dalam rencana induk jalan tol Jawa Barat.
Ketiga, pembangunan jaringan jalan tol lingkar luar dan dalam Bogor yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Kota Bogor dan sekitarnya.
Keempat, pembangunan enam ruas jalan tol yang menghubungkan lima wilayah administrasi Jakarta yang diharapkan selesai pada tahun 2018.
Willson Kalip menyatakan, ”Untuk mengejar pertumbuhan Kota Jakarta yang pesat, pembangunan infrastruktur menjadi syarat mutlak agar tidak membebani infrastruktur yang ada saat ini sehingga Jakarta siap bersaing sebagai
kota global. Di samping itu, pembangunan infrastruktur juga akan memercepat pertumbuhan ekonomi kota-kota di sekitar Jakarta sehingga pembangunan lebih merata.”
Sementara, Sindi Adinata, director and head of commercial Knight Frank Indonesia, juga menambahkan, “Peta infrastruktur ini kami harapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif bagi para pengembang,
pengguna, maupun investor di semua sektor pasar properti, baik sektor komersial, kawasan industri maupun residental.”
Ed: Dhi