Jakarta, TopBusiness – Manajemen PDAM Duasudara Kota Bitung mempunyai penilaian tersendiri seputar terobosan yang paling dibanggakan sepanjang dua tahun ke belakang, seiring dengan pengembangan sistem teknologi informasi atau TI.
Dihadapan dewan juri TOP BUMD Awards 2020 yang berlangsung via aplikasi online zoom meeting, Kamis (23/04/2020), Direktur PDAM Duasudara Kota Bitung, Raymond Luntungan, menyebutkan beberapa terobosan sehubungan dengan peningkatan kinerja operasional perusahaan sepanjang 2018-2019 yang dianggap paling membanggakan. “Ada beberapa sebenarnya”, katanya, saat sesi wawancara dan pendalaman.
Dia menyatakan, pihaknya memberikan terobosan-terobosan melalui sistem TI. “Kami mencoba terobosan lewat TI, dimana tak hanya untuk kinerja yang internal. Juga eksternal termasuk, bagaimana membuat daerah yang selama ini manual, kami sudah melakukan sistem pembayaran secara online apakah itu melalui swalayan, tapi lewat bank. Juga sesuai dengan pembayaran smartphone. Itu yang kami kembangkan,” ungkapnya.
Perusahaan menerapkan sistem TI guna meningkatkan efisiensi penagihan dengan mempermudah pembayaran rekening melalui kerjasama pembayaran dengan perbankan seperti Bank Mandiri dan Bank SulutGo, dan juga ritel atau swalayan, semisal, Alfamart dan Indomart. Selanjutnya, aplikasi pembayaran online LinkAja.
Pengembangan TI yang terkait dengan pelayanan seperti aplikasi Mama Simpatik, sistem online pelayanan sambungan baru, GIS.
Perusahaan melakukan inovasi-inovasi di bidang TI dengan melakukan investasi SDM dan peralatan sendiri, baik billing system, pembacaan meter, pengaduan, pemasangan sambungan baru (dari proses daftar sampai pengaktifan sambungan), penertiban sambungan, inventory, administrasi kantor dan GIS yang juga dikembangkan menjadi pusat data.
“Termasuk juga GIS yang basic-nya bukan hanya data teknis, tapi juga kami menggabungkan dengan data keuangan yang nanti dan mudah-mudahan bisa menjadi bigdata karena pembicaraan saya dengan Pak Sekda, baru PDAM yang menyiapkan data seperti itu kami. Kami mempetakan semua perumahan, semua rumah-rumah termasuk yang belum masuk menjadi PDAM. Itu juga menjadi niat kami, tapi juga terkait dengan penambahan pelanggan yang sudah 4 tahun dengan ini berturut-turut dipercaya,” paparnya.
Selanjutnya, perusahaan juga mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat guna mengelola hibah diberikan dalam hal menperbaiki sistem jaringan. “Juga kepercayaan dari pusat, bagi kami untuk mengelola hibah yang mereka berikan dalam hal menperbaiki sistem jaringan,” ujarnya.
Sebelumnya, perusahaan mampu meyakinkan pemerintah pusat melalui kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan kementerian keuangan untuk mendapatkan program hibah national urban water supply project (NUWSP). PDAM Bitung adalah satu dari 12 PDAM penerima bantuan se-Indonesia dan bantuan terbesar dengan nilai investasi Rp 42,8 miliar.
