
Jakarta, businessnews.id — Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono, menyarankan Pemerintah RI membentuk sejumlah bank besar sehingga masuk jajaran 10 bank dengan aset terbesar di Asean.
“Secara potensi ekonomi kita masuk G20, tapi dari sisi perbankan tak satu pun bank kita yang masuk 10 besar,” ucap dia di Jakarta (24/2/2015).
Bank besar itu bukan untuk gagah-gagahan, namun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dari sisi pembiayaan. Dan bersaing dengan bank asing yang telah menggurita di Indonesia.
Untuk membentuk bank besar yang diimpikan, terlebih dulu perlu menyusun arsitektur perbankan nasional untuk menentukan arah perbankan nasional.
Hal inilah yang dilakukan oleh Malaysia dan Singapura sehingga setiap terjadi gejolak di industri perbankan, selalu mengacu pada arsitektur itu.
Setelah langkah itu dilakukan, merger antara Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri menjadikan satu bank urutan tujuh di Asean.
Namun, namanya Bank BNI Mandiri sebab BNI lebih dahulu lahir ketimbang Bank Mandiri.
Selanjutnya, bank itu mengakuisisi Bank Tabungan Negara (BTN). “Bila tiga bank itu bersatu, menjadi nomor lima di Asean,” kata mantan direktur utama BNI dan Bank Internasional Indonesia (BII) itu.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Ed/Up: Dhi