Jakarta, TopBusiness – PT Bank Perkreditan Rakyat Serang (Perseroda) atau BPR Serang memiliki nilai kinerja keuangan dan kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat, yang bisa diandalkan dan menjadi kepercayaan pemegang saham atau shareholders sepanjang dua tahun terakhir.
“Mungkin ada beberapa hal dalam kinerja keuangan. Yang pertama, adalah peningkatan aset. Kalau kita bandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Aset kita tumbuh dari Rp 400 miliar sampai hampir Rp 600 miliar. Dari sisi laba juga tumbuh, kemudian dari PAD yang diterima oleh pemda yang tumbuh lumayan luar biasa,” kata Acep Heri Suhana, dirut BPR Serang, dihadapan dewan juri TOP BUMD Awards 2020 dalam sesi pendalaman melalui aplikasi online zoom meeting, hari ini.
Perseroan mencatat peningkatan aset sepanjang dua tahun terakhir. Per 31 Desember 2018 mencapai Rp 494,405 miliar menjadi Rp 561,126 miliar di akhir tahun 2019. Laba setelah pajak untuk tahun buku 2019 menjadi Rp 15,202 miliar, padahal di tahun sebelumnya Rp 14,577 miliar.
Selanjutnya, perseroan membagikan dividen kepada pemegang saham, sebagai imbal hasil investasi yang diberikan. Modal BPR Serang dimiliki tiga pemerintah daerah dan satu perusahaan, maka BPR Serang wajib memberikan dividen dari laba yang diperoleh. Tahun 2018 sebesar Rp 8,017 miliar dan 2019 Rp 8,361 miliar dan dibagi berdasarkan prosentase saham yang dimiliki.
Acep juga menyebut, hal lain yang bisa dijadikan nilai kebanggaan bagi perseroan yaitu tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. “Dari yang dulunya tidak ada menjadi ada adalah dana CSR. Ini menjadi kebanggaan. CSR sudah berjalan dua tahun, 2018 sampai sekarang,” ujarnya.
Selain meyetorkan dividen, BPR Serang juga memberikan dana CSR kepada masyarakat yang mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah. Tahun 2018 dana CSR yang disalurkan sebesar Rp 437,340 juta dan Rp 456,060 juta (2019).

BPR Serang terus menjalin sinergitas dengan pemerintah daerah dalam menyalurkan dana CSR kepada masyarakat yang membutuhkan. 2019, BPR Serang menyalurkan dana CSR sebesar Rp 436.739.723 yang digunakan untuk pembelian cator pengangkut sampah, pembelian alat drum band untuk SD, pembelian hewan kurban, bantuan beasiswa kepada mahasiswa Untirta yang berasal dari Kabupaten Serang, bantuan pembangunan masjid dan bantuan pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Dan tahun ini, perseroan mengalokasikan dana CSR Sebesar Rp 456.060.000 dan telah digunakan sebesar Rp 250 juta untuk bantuan kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak Covid-19.
Dengan kepedulian kepada masyarakat diharapkan ada feedback positif terhadap BPR Serang. Dan keberadaan BPR Serang terasa ditengah – tengah masayarakat dan Pemerintah Daerah.
Tak kalah berartinya, perseroan pun memberikan sebesar Rp 100 juta sebagai sarana mengembangkan pemberdayaan UMKM dalam bentuk CSR. “Jadi sebenarnya kita punya dana itu yang disisihkan sebesar Rp 100 juta sesuai dengan arahan dari pemilik atau Bupati. Rp 100 juta itu kemudian kita gulirkan dalam bentuk kredit, tapi tidak dalam bentuk nominalitatif di BPR, terpisah begitu. Tapi di situ dikelola. Itu nilainya Rp 100 juta tahun ini untuk UMKM. Itu bentuk nyatanya.” paparnya.
Untuk mendapatkan ukuran soal peningkatan kinerja operasional sektor UMKM, perseroan mengandalkan dari raihan jumlah tabungan. “Biasanya bagi kami untuk kredit UMKM itu terdeteksi dari jumlah tabungan. Oh ini berarti, misalnya, tumbuh atau seperti apa terlihat dari tabungan yang disetor. Tabungan dari UMKM. Itu semuanya punya tabungan,” pungkas Acep.
foto dok.: bantenraya.com
